Bahkan, sejumlah warganet mengaitkan penghentian SPPG tersebut dengan kasus tertangkapnya 3 mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.
Beberapa komentar warganet seperti, “SPPG di tempatku, di Cilacap, udah mulai pada berhenti sementara dan bahkan permanen,” tulis akun @lar******z
“Di Bogor Utara, salah satu SMP Negeri sudah dari kemarin ada pengumumannya per 8 Juni 2026,” tulis akun @jus*****4
“Sekolah anak saya per 8 Juni berhenti sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan,” tulis akun @dar*****0
“2 SPPG yang menaungi dua anak saya, sekolah dan balita berhenti beroperasi sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Mulai dari 8 Juni 2026, saya di Kota Solo. Ada kendala apakah?” tulis akun @rza******l
“Setelah penangkapan Kepala BGN kemarin, ada efeknya ga MBG di tempat kalian? Soalnya di tempatku SPPG-nya berhenti beroperasi sementara sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Jadi, kami nggak nerima MBG dulu,” tulis akun @afs************o
BGN Bantah Dana SPPG Dihentikan
Ramai isu dapur MBG berhenti beroperasi karena anggaran macet, Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang mengatakan bahwa MBG tetap berjalan seperti aturan awal.
“Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi dari BGN terkait penghentian operasional,” ujar nanik dalam keterangan resminya.
Anggaran yang belum turun tersebut, kata Nanik adalah dinamika administratif dalam proses pencarian dana.
Ia memastikan bahwa MBG yang menjadi program prioritas pemerintah dalam intervensi gizi tersebut berjalan lancar dan sesuai standar.***