berita

Siap-Siap! BGN Bakal Tertibkan Dapur SPPG Jelek: Dari Mark Up Harga hingga Monopoli Suplier

Kamis, 9 April 2026 | 07:40 WIB
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang akan tertibkan SPPG tak sesuai juknis (BGN)

PORTALOKA.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) akan menertibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Penertiban dilakukan terhadap SPPG yang tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis).

Langkah ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.

Baca Juga: Viral Pegawai SPPG Sumenep Diduga Karaoke Sambil Nyawer di Dapur MBG, Aksinya Tuai Kecaman Warga Desa Setempat

"Presiden perintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tidak mengikuti juknis ditertibkan,” kata Nanik S Deyang, Rabu, 7 April 2026.

Nanik juga melaporkan ke presiden bahwa ia terus melakukan suspend atau penutupan sementara untuk SPPG-SPPG yang tidak sesuai Juknis, menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), termasuk juga bila ada mitra yang melakukan mark up harga bahan baku serta memonopoli suplier, dan lain lain.

“Bagus lanjutkan terus,” kata Presiden sambil mengacungkan jempol seperti ditirukan Nanik.

Tak hanya memerintahkan penertiban SPPG, presiden juga meminta agar pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) diarahkan ke para penerima manfaat yang memang harus diperbaiki gizinya.

Baca Juga: Siswa SMP di Bandung Kembalikan MBG Bau Ketiak, Ternyata Bukan Pertama Kali Terjadi

“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” jelas Nanik sambil menambahkan bahwa ia akan membentuk tim untuk menyisir penerima MBG agar tepat sasaran dan tidak mubazir.

Presiden juga menekankan agar pelaksanaan MBG tidak dilakukan secara memaksa, khususnya bagi kelompok masyarakat mampu maupun sekolah yang menyatakan tidak membutuhkan program tersebut tidak boleh dipaksa untuk menerima.

“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” jelas Nanik.

Menurut Nanik, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program ini benar-benar efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

Halaman:

Tags

Terkini