CIAMIS, PORTALOKA.ID - Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Ciamis tak hanya diisi dengan safari tarawih keliling.
Di sela agenda tarling di Kecamatan Cisaga, Jumat, 27 Februari 2026, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memilih menepi dari keramaian. Ia singgah lebih lama di Desa Danasari, duduk bersila di rumah warga, dan berbuka puasa dengan hidangan sederhana yang tersaji apa adanya.
Langkah itu bukan sekadar simbolik. Di balik momen buka puasa bersama, Herdiat menyerahkan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) kepada tiga keluarga prasejahtera.
Ramadhan kali ini menjadi saksi bahwa kepedulian sosial tak harus dibungkus seremoni megah—cukup hadir, melihat langsung, lalu bertindak.
Di Dusun Tamiang Kuning, Ajum memperlihatkan dinding rumahnya yang mulai lapuk. Di Dusun Sukaharja, Dewi Ratnasari selama ini bertahan dengan atap yang bocor saat hujan deras mengguyur. Sementara di Dusun Sukamanah, Suniati harus berhati-hati melangkah di lantai yang mulai rusak.
Kondisi itulah yang ditinjau langsung oleh orang nomor satu di Ciamis sebelum bantuan diserahkan.
Masing-masing keluarga menerima Rp20 juta untuk perbaikan rumah. Dana tersebut bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB.
Anggaran itu difokuskan pada perbaikan struktur utama rumah agar lebih aman, sehat, dan layak huni.
Herdiat menegaskan, program rutilahu di Ciamis tidak berhenti pada penyerahan bantuan administratif.
Pemerintah daerah, menurutnya, terus mendorong kolaborasi dengan dunia usaha agar percepatan penanganan rumah tidak layak huni bisa dirasakan lebih luas.
Sinergi ini menjadi strategi untuk mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah, terutama di wilayah pedesaan.
“Bantuan ini bukan hanya angka, tetapi harapan. Kami ingin memastikan rumah yang diperbaiki benar-benar lebih aman dan nyaman untuk keluarga,” ujarnya di hadapan warga.