berita

Laga PSIM Yogyakarta Vs Persebaya Surabaya di SSA Bantul Digelar Tanpa Suporter Tim Tamu

Jumat, 23 Januari 2026 | 08:40 WIB
PSIM Yogyakarta akan menjamu Persebaya Surabaya pada partai pembuka putaran kedua Super League 2025/2026, Minggu, 25 Januari 2025. (psimjogja.id)

PORTALOKA.iD - PSIM Yogyakarta akan menjamu Persebaya Surabaya pada partai pembuka putaran kedua Super League 2025/2026, Minggu, 25 Januari 2025.

Pertandingan tersebut akan dilaksanakan di Stadion Sultan Agung (SSA), Kabupaten Bantul.

Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja telah menggelar rapat koordinasi intensif bersama pihak kepolisian serta perwakilan suporter PSIM Jogja dan Persebaya Surabaya.

Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan tegas terkait ketidakhadiran pendukung tim tamu.

Baca Juga: Bikin Terenyuh Isi Hati Rafinha Berpisah dengan PSIM Yogyakarta: Perasaan Saya Campur Aduk

Manajemen Laskar Mataram mengapresiasi eratnya tali silaturahmi yang terjalin harmonis antara pendukung kedua kesebelasan.

Namun, seluruh elemen sepakat untuk tetap menjunjung tinggi regulasi kompetisi di masa transisi sepak bola nasional ini.

“Manajemen, Panpel, beserta pihak kepolisian menghormati dan masih menjunjung tinggi regulasi yang berlaku,” ujar Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji.

Aturan tersebut merujuk pada Pasal 5 ayat 7 regulasi kompetisi BRI Super League 2025/26 mengenai larangan kehadiran suporter tim tamu di stadion.

Baca Juga: Gacor Antarkan PSIM Yogyakarta ke Kasta Tertinggi, Rafinha Resmi Hengkang dari Laskar Mataram

Wendy menegaskan manajemen dan Panpel PSIM dengan berat hati belum bisa memfasilitasi kedatangan suporter Persebaya Surabaya pada laga 25 Januari 2026 nanti.

“Kita mohon maaf belum bisa menjadi tuan rumah yang baik karena kapasitas Stadion Sultan Agung sangat terbatas,” tutur Wendy menambahkan alasan teknis selain regulasi.

Selain batasan tempat, faktor sosiologis turut menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan krusial tersebut.

“Selain itu, karena kami bermain di Bantul dan posisinya juga sebagai 'tamu', kami wajib menghormati tuan rumah, yakni Pemerintah Kabupaten Bantul, Kapolres Bantul, serta warga sekitar stadion yang jalinan komunikasinya sampai saat ini masih berjalan dengan baik,” tambah Wendy.

Halaman:

Tags

Terkini