Ia menyebut Candi Plaosan merupakan kompleks cagar budaya penting yang dibangun sejak abad ke-8 hingga pertengahan abad ke-9 Masehi.
"Nilai historis, arsitektural, serta lanskap budaya yang dimiliki Plaosan menjadikannya tidak hanya penting bagi objek pelestarian, tapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang edukasi dan pemanfaatan publik yang berkelanjutan," kata Indira.
Ia berharap penataan tahap awal ini mampu menciptakan alur kunjungan yang lebih tertib dan meningkatkan kenyamanan pengunjung tanpa mengurangi prinsip pelestarian cagar budaya.
"Melalui pengembangan tahap satu ini, diharapkan akses masuk ke kawasan Candi Plaosan menjadi lebih tertib dan representatif, pengelolaan parkir menjadi lebih aman dan nyaman, serta kualitas pengalaman pengunjung meningkat tanpa mengurangi prinsip pelestarian cagar budaya," tuturnya.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan atas inisiasi penataan dan pengembangan kawasan Candi Plaosan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Klaten dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan yang telah memulai penataan Candi Plaosan."
"Candi ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki candi lain, yaitu akulturasi Hindu dan Buddha yang masih utuh,” ujarnya.
Menurut Hamenang, Candi Plaosan yang sebelumnya lebih banyak dinikmati masyarakat lokal, kini berpeluang besar berkembang menjadi ikon budaya tingkat nasional bahkan internasional seiring dengan pengembangan kawasan yang berkelanjutan.
Ia berharap pengembangan kawasan Candi Plaosan dapat dilanjutkan tanpa jeda agar masyarakat dapat menikmati lanskap kawasan yang tertata secara menyeluruh.
“Semoga pengembangan ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang datang ke Kabupaten Klaten, khususnya ke Candi Plaosan,” tandasnya.
Pengembangan kawasan Candi Plaosan ke depan diharapkan mampu mengintegrasikan aktivitas budaya, edukasi, dan pariwisata berbasis pelestarian, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan UMKM dan pelaku seni budaya. ***