berita

Investor Pasar Modal di Eks Karesidenan Pekalongan Kini Didominasi Gen Z hingga 60,91 Persen

Jumat, 9 Januari 2026 | 11:03 WIB
Kepala OJK Tegal, Kurnia Tri Puspita memaparkan perkembangan pasar modal di wilayah eks- Karesidenan Pekalongan di Scafe Tegal, Kamis 8 Januari 2026 (Lilisnawati / Portaloka.id)

PORTALOKA.ID-- Kantor Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Tegal mengungkapkan, investor pasar modal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan kini sudah didominasi oleh Generasi Z atau Gen Z.

Anak muda di bawah usia 30 tahun kini menjadi pelaku utama pasar modal di Pantura Barat Jawa Tengah, meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan dan Batang.

Kepala OJK Tegal, Kurnia Tri Puspita mengatakan, data per November 2025, ada sebanyak 60,91 persen investor individu di isi oleh Gen Z.

Transformasi tersebut terjadi selama dalam kurun waktu tiga tahun.

Baca Juga: OJK Tegal Dorong Penguatan Tata Kelola hingga Strategi Operasional LKM dan Pergadaian Hadapi Tantangan 2026

Menurut Nia, sapaan akrabnya, jumlah investor pasar modal di wilayah eks Karesidenan Pekalongan melonjak hampir dua kali lipat.

“Pasar modal tidak lagi eksklusif bagi kalangan mapan. Anak muda kini tampil sebagai aktor utama,” katanya dalam pemaparan resmi di Scafe Tegal, Kamis 8 Januari 2026.

Nia membeberkan, berdasarkan data yang ada, pada 2022 tercatat ada sebanyak 77.480 investor. Kemudian, naik 145.280 SID (Single Investor Identification) pada November 2025.

"Ini menunjukkan kesadaran finansial Gen Z tumbuh pesat, seiring maraknya aplikasi investasi digital, kampanye inklusi keuangan, dan paparan konten finansial di media sosial," ungkapnya.

Baca Juga: Marak Kasus Scam, OJK Tegal Bagikan Tips agar Rekening Penipu Cepat Terblokir Hanya dalam 5 Menit

Kurnia menjelaskan, persentase investor kelompok usia di bawah 30 tahun atau gen Z mencapai 60,91 persen dengan jumlah aset senilai Rp 383,12 miliar.

Sedangkan persentase investor usia lebih dari 60 tahun hanya 1,47 persen dengan total aset senilai Rp 884,21 miliar.

"Sebagai pusat pasar modal paling tinggi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan adalah Kota Tegal," ucapnya.

Adapun rinciannya, yakni Kota Tegal sebanyak 30,19 persen dengan nilai aset Rp 940,23 miliar, Kota Pekalongan sebanyak 22,85 persen dengan nilai aset Rp 876,65 miliar.

Halaman:

Tags

Terkini