Baca Juga: Petugas Terus Suplai Logistik ke Aceh Tengah dan Bener Meriah Menggunakan Motor Trail
Upaya gotong royong warga itu terjadi usai dugaan adanya tindakan pencurian aki alat berat.
“RT kami sudah mencoba mengajukan permintaan alat berat lagi, tapi ditolak karena pernah ada kemalingan aki dari alat tersebut,” tambahnya.
Menurut keterangan tambahan lainnya, kehilangan aki terjadi pada 9 Desember 2025 lalu dan baru beroperasi selama 3 hari.
Ia juga menuliskan bahwa kejadiannya sekitar waktu subuh ketika para warga yang sedang ronda menjaga alat berat terlelap sebentar.
Baca Juga: Anak-Anak Terdampak Bencana di Sumbar dan Sumut Bakal Sekolah Lagi, Aceh Menyusul
“Selama alat berat bekerja kemarin, warga sudah melakukan ronda dan di hari akinya hilang, warga ronda hingga jam setengah 4 subuh,” tulisnya lagi.
“Saat warga tidur sejenak, di situ maling beraksi karena jarak parkir alat berat agak sedikit jauh dari rumah warga,” sambungnya.
Berharap Bantuan Alat Berat Lagi dan Siap Ronda Lebih Intensif
Pemilik akun juga mengungkapkan bahwa kini, air yang meluap lagi membuat sungai bercabang menjadi dua lagi.
“Kami para warga juga sudah berusaha mencari tau soal aki yang hilang, kami tidak lepas tangan,” tuturnya.
Lebih lanjut, menurutnya para warga akan semakin ketat saat ronda jaga alat berat jika bantuan datang lagi ke kampungnya.
“Kami para warga sudah sepakat jika kami dapat bantuan alat berat lagi, kami akan melakukan ronda lagi secara bergantian dan parkir alat berat akan disediakan di depan rumah warga,” tukasnya.***