"Untuk driver SPPG tersebut, kita lihat SIM-nya sudah tidak sah, sudah expired sejak Agustus kemarin."
"Jadi, dalam arti ini, dia belum bisa menunjukkan legalitas terkait persyaratan mengemudi dengan baik,” imbuhnya.
Meskipun terjadi kecelakaan, AKP Rony Hidayat memastikan logistik yang akan disalurkan tidak terhambat.
“Untuk barang yang akan disalurkan (MBG), dari kami upayakan dan langsung kami angkut menuju tempat yang dituju."
Baca Juga: Kunjungi Pengungsi Korban Banjir Langkat, Prabowo Tegaskan Bakal Tindak Pembalakan Liar
"Kami tidak mau yang sudah ditunggu oleh para siswa terkendala karena adanya kejadian kecelakaan tersebut,” tegasnya.
AKP Rony Hidayat menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kepala BGN untuk menginventarisir dan memberikan pelatihan keselamatan kepada para driver serta meninjau ulang aturan pengangkut barang.
Akibat dari kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 5 juta.
Kendaraan dan sopir telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut terkait pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. ***