BNPB menegaskan bahwa akses menuju pusat kabupaten dan kota di Sumbar kini lebih mudah setelah banyak titik banjir surut dan material lumpur berhasil dipindahkan oleh tim gabungan.
Selain pengerahan personel dan alat berat, BNPB, BMKG, dan TNI AU melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menjaga agar curah hujan tidak meningkat kembali dan menghambat pembersihan lapangan.
“Supaya tim pembukaan akses darat, pembangunan jembatan, tim SAR, pembersihan material sisa banjir dan longsor di pusat-pusat kabupaten dan kota bisa lebih optimal dan terakselerasi,” tutur Abdul.
Di saat bersamaan, distribusi logistik terus diakselerasi melalui udara untuk mengisi kebutuhan masyarakat hingga akses darat sepenuhnya pulih. BNPB mencatat 12 sorti harian di Sumut dan Aceh serta pengiriman logistik intensif ke Sumbar, termasuk permakanan dan bantuan dasar.
Baca Juga: Misoa Tahu Telur Asin, Hidangan Segar Lezat dan Gurih, Cocok Jadi Resep Masakan Kala Hujan
Mobilitas dan Logistik Mulai Lancar
Dengan semakin banyak jalan yang kembali bisa dilalui, BNPB menegaskan bahwa arus orang dan barang kini mulai bergerak lebih cepat.
“Alur transportasi orang dan barang sudah bisa berjalan,” ujar Abdil, merujuk pada akses yang telah dibuka di Aceh Utara, Aceh Timur, dan jalur Geumpang–Pameu.
Percepatan pembersihan lumpur dan material longsor di dua provinsi tersebut menjadi langkah krusial untuk memastikan pemulihan menuju normalisasi dapat berlangsung stabil. ***