Baca Juga: Ketua Cabang PGRI Kecamatan Ciamis Agus Gustaman Dilantik, Ini Program Kerjanya
Proses evakuasi berlangsung dalam tekanan waktu mengingat pemerintah menyatakan operasi masih berada di masa golden time.
Kondisi warga selamat juga beragam, mulai dari mengalami luka tertimpa material, trauma akibat guncangan longsor, hingga harus menjalani perawatan intensif.
Pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak akan dipenuhi selama proses pencarian berlangsung.
5 Korban Dirawat Intensif, Sebagian Tertimpa Material Bangunan
Baca Juga: Staycation Nyaman di 4 Hotel Murah di Cilacap, Fasilitas Cukup Lengkap Cocok Buat Transit
Dalam kesempatan berbeda, Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman yang meninjau lokasi kejadian longsor di Majenang, Cilacap, pada Jumat, 14 November 2025 pagi memastikan 5 warga masih menjalani perawatan intensif di RSUD Majenang.
“Kondisi korban luka sudah dirawat di RSUD Majenang. Yang masih dirawat ada lima warga,” terang Syamsul.
Menurut Syamsul, sebagian korban mengalami luka berat akibat tertimpa material bangunan saat berusaha menyelamatkan diri.
“Sebagian luka di bagian kaki karena tertimpa reruntuhan. Semua sedang ditangani intensif oleh tim medis,” katanya.
Baca Juga: MK Larang Polisi Aktif Duduki Jabatan Sipil, Mensesneg: Putusan Final dan Binding
3 Korban Dilaporkan Tewas, Puluhan Masih Dicari
Berdasarkan data BNBD Cilacap, pada Jumat, 14 November 2025 pukul 15.30 WIB, 3 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia yakni Julia Lestari (20), Maya (15), dan Yuni.
Sementara itu, 20 korban yang diduga tertimbun masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan menjelaskan penyebab longsor yang melanda dua dusun tersebut.