Herdiat menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Ciamis berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Sejak lama kami telah menjalin hubungan baik dengan komunitas disabilitas di Ciamis. Walaupun kemampuan fiskal daerah masih terbatas, niat dan semangat kami untuk memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi semua tidak pernah berkurang,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Herdiat menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini masih menghadapi tantangan berat.
Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp372 miliar, sebagian besar telah dialokasikan kembali untuk BLUD dan pembayaran pajak daerah, sehingga ruang fiskal yang dapat dimanfaatkan hanya sekitar Rp100 miliar.
Baca Juga: 3 Cafe Estetik dan Populer di Ciamis, Tempat Nongkrong Anak Muda Sambil Menikmati Atmosfer Malam
Kondisi ini turut menyebabkan defisit anggaran mencapai sekitar Rp140 miliar.
“Meski demikian, setiap tahun kami tetap berupaya menyalurkan dana hibah bagi organisasi penyandang disabilitas. Mungkin nilainya tidak besar, tetapi kami ingin memastikan bahwa semangat keberpihakan tetap hadir di tengah keterbatasan,” jelasnya.
Bupati Herdiat juga menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah alasan untuk berhenti berbuat baik. Ia menegaskan bahwa Pemkab Ciamis akan terus berinovasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka ruang partisipasi publik agar pembangunan yang inklusif dapat benar-benar terwujud.
“Ke depan kami ingin memastikan, setiap kebijakan dan program pembangunan selalu menempatkan aspek kemanusiaan dan kesetaraan sebagai prioritas. Kami ingin Ciamis menjadi rumah yang nyaman dan ramah bagi semua, tanpa ada yang tertinggal,” tegasnya.***