Tim SAR memutuskan untuk menunda pembongkaran total sampai perhitungan teknis selesai dilakukan.
Untuk meminimalkan risiko, konsultan ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dilibatkan guna memberikan rekomendasi teknis.
"Tim diharuskan membuat penahan gedung lama yang masih berdiri agar selama proses cutting dapat dilakukan tanpa merusak apapun," ujar Abdul Muhari.
Langkah ini diambil agar evakuasi berjalan aman tanpa memperparah kerusakan di sekitar lokasi pondok.
Baca Juga: Tutorial Membuat Terong Telur Sambal Ijo, Masakan Sederhana yang Bikin Boros Nasi
Instruksi Evaluasi dari Presiden Prabowo
Tragedi di Ponpes Al Khoziny mendorong pemerintah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan keamanan infrastruktur lembaga pendidikan keagamaan.
“Evaluasi ke depan ke semua pondok pesantren kita harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan infrastruktur masing masing pondok,” ujar Prasetyo Hadi di Jakarta, Minggu, 5 Oktober 2025.
Prasetyo Hadi menambahkan, Prabowo memantau perkembangan proses evakuasi dan penanganan korban di Sidoarjo.
Baca Juga: Di Momen HUT TNI KE-80, Prabowo Minta Panglima TNI Kaji Perkembangan Teknologi dan Sains Terkini
Politisi partai Gerindra itu menyebut Prabowo telah memerintahkan para menteri terkait serta kepala daerah untuk memberikan perhatian penuh terhadap ponpes yang terdampak.
“Beliau memonitor terus."
"Para menteri hingga gubernur diminta untuk turun langsung memastikan semua kebutuhan korban dan keluarga tertangani dengan baik,” imbuhnya.