berita

Fakta Getaran Sesar Lembang Menurut Penyelidik Bumi Utama Badan Geologi

Selasa, 2 September 2025 | 18:31 WIB
Fakta terbaru Sesar Lembang menurut ahli PVMBG (Ist)

BANDUNG, PORTALOKA.ID - Sesar Lembang adalah sesar aktif sepanjang sekitar 29 kilometer yang membentang dari Barat ke Timur melalui beberapa wilayah di Jawa Barat.

Wilayah tersebut meliputi Padalarang, Lembang, hingga ke sekitar Jatinangor, Sumedang, dan di Utara Kota Bandung jalurnya melewati Kecamatan seperti parongpong, Cisarua, Lembang, Cimenyan dan Padalarang di Bandung Barat dan Kota Bandung.

Menurut ahli Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dr. Supartoyo, ST, MT, sesar Lembang memiliki potensi gempa dengan kekuatan hingga 6,8 Magnitudo.

"Bahwa sesar Lembang ini menjadi isu yang menarik terutama di masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya, karena apa? Karena kekuatan gempanya 6,8," katanya, Selasa, 2 September 2025.

Baca Juga: Diberdayakan BRI, Usaha Pecel Ini Naik Kelas Jadi Kuliner Favorit Kota Batu

Menurut Supartoyo, selama ini masyarakat beranggapan bahwa gempa 6,8 terjadi di semua garis sesar Lembang.

Namun faktanya, menurut Badan Geologi masih di bawah 5 Magnitudo.

"Tetapi perlu diingat, walaupun kekuatan kecil, karena terletak dekat pemukiman penduduk sehingga bersifat merusak," tegasnya.

Supartoyo mencontohkan beberapa gempa yang terjadi dengan kekuatan lebih kecil namun menimbulkan kerusakan cukup parah.

Baca Juga: Aktivitas Seismic Sesar Lembang Meningkat, Pemkab Bandung Terbitkan Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Potensi Kegempaan

"Seperti tahun 2003 di Cihideung kekuatannya 4,2, kemudian di tahun 2011 di Kampung Muril itu kekuatannya 3,3 dan 4,2 itu mengalami keruksakan. Jadi masyarakat harus memaknai", ucap Supartoyo.

Melihat fenomena tersebut, Ia menegaskan pentingnya mitigasi gempa bumi, seperti memperkuat bangunan dengan yang tahan gempa.

"Kemudian juga menentukan tempat jalur evakuasi dan juga sering sering berlatih mitigasi sifatnya non struktural seperti sosialisasi, pelatihan, simulasi harus dilakukan," tambahnya.

Supartoyo mengingatkan agar masyarakat sekitar Sesar Lembang bisa menguasai dan lebih mengenali lingkungan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini