“Ada tujuh personel Polres Ciamis yang mengalami luka-luka akibat pengamanan aksi. Kami juga telah mengamankan beberapa orang yang bukan warga asli Ciamis dan diduga menjadi pemicu kerusuhan,” ujarnya
Ia memastikan polisi akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan provokasi dan perusakan fasilitas umum.
Mahasiswa Ciamis menyesalkan adanya provokator yang mencederai substansi perjuangan mereka. Mereka menegaskan bahwa aksi sejatinya bertujuan untuk menyuarakan aspirasi secara damai, bukan merusak.
“Tujuan kami jelas, menegaskan tuntutan reformasi kepolisian. Tetapi ulah oknum yang menyusup membuat citra perjuangan mahasiswa Ciamis tercoreng,” ujar salah seorang peserta aksi.
Hingga Sabtu malam, polisi masih berjaga di Mapolres dan Gedung DPRD untuk mencegah kericuhan susulan. Sementara itu, beberapa orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif.
Situasi kini berangsur kondusif, meski kericuhan meninggalkan kerusakan fisik dan catatan serius bagi mahasiswa maupun aparat agar lebih mengedepankan dialog, serta mewaspadai kehadiran provokator dalam setiap aksi unjuk rasa.***