Baca Juga: 1 Jam dari Bandung Ada Destinasi Wisata Bernuansa Bali, Bagus Banget untuk Resepsi dan Honeymoon
“Rapor pendidikan bukan sekadar angka, tetapi potret nyata pendidikan kita. Karena itu, setiap kebijakan dan program pendidikan, baik di tingkat dinas maupun sekolah, harus berbasis pada data yang valid dan akurat,” ungkapnya.
Asep menambahkan, saat ini capaian standar pelayanan minimal (SPM) Kota Bandung berada pada angka 81,34 dengan status tuntas madya.
Pada jenjang PAUD, peningkatan terlihat dari jumlah guru berpendidikan S1, sementara pada jenjang SD dan SMP capaian tertinggi berada pada peningkatan nilai numerasi.
Ia juga menyinggung soal anggaran pendidikan. Dari total belanja pendidikan Kota Bandung, 64,64% atau Rp1,2 triliun digunakan untuk belanja pegawai, sementara 18,8% atau Rp395,55 miliar dialokasikan untuk BOS.
“Setiap rupiah harus diarahkan pada prioritas yang tepat, transparan, dan akuntabel. Jika perencanaan salah, yang dirugikan bukan hanya sekolah, tetapi peserta didik itu sendiri,” jelas Asep.
Asep berharap agar sekolah-sekolah penerima apresiasi dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya dalam membangun budaya kerja berbasis data.
Dengan kolaborasi lintas pihak pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat mutu pendidikan di Kota Bandung diharapkan semakin merata, inklusif, dan berdaya saing.
“Apresiasi hari ini bukanlah akhir, melainkan pemicu semangat agar semua sekolah semakin serius bekerja berbasis data demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.***