Usai menerima penghargaan tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Ciamis, Ihsan Rasyad, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya. Ia menegaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari arahan dan bimbingan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang senantiasa memberikan perhatian penuh terhadap program-program kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Ihsan menuturkan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak. Mulai dari pengelola zakat, para aghnia, hingga masyarakat Kabupaten Ciamis yang terus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan.
“Tanpa dukungan semua pihak, penghargaan ini tidak akan mungkin diraih,” ujarnya.
Baca Juga: Bandung Great Sale 2025 Resmi Dibuka, Warga Serbu Diskon Gila-Gilaan Hingga 80 Persen
Sementara itu, dalam sambutannya, Prof. Noor Achmad menyampaikan bahwa lebih dari 900 penghargaan diberikan dalam acara ini. Namun, hal itu bukan berarti penghargaan diberikan secara cuma-cuma, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi nyata dari para pengelola zakat daerah.
“Ini adalah bagian dari dakwah zakat. Apa yang dilakukan BAZNAS bersama pemerintah daerah adalah gerakan umat gerakan sejarah untuk membangun umat yang kuat, berkontribusi menjaga NKRI dari bawah,” ujar Noor Achmad.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra BAZNAS, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang telah konsisten membangun ekosistem zakat sebagai salah satu instrumen keadilan sosial dan kesejahteraan umat.
Digitalisasi zakat dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam memperluas jangkauan distribusi zakat secara merata dan tepat sasaran. Pemkab Ciamis bersama BAZNAS setempat terus berinovasi dalam menjadikan zakat sebagai solusi keumatan yang relevan, modern, dan berdampak nyata.
Dengan berbagai penghargaan yang diterima, Ciamis kini tidak hanya menjadi percontohan di Jawa Barat, tetapi juga di kancah nasional dalam pengelolaan zakat berbasis teknologi.***