berita

Kemeriahan Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang 2025, Dihadiri Tokoh Adat dari Berbagai Daerah

Selasa, 26 Agustus 2025 | 13:03 WIB
Festival tradisi Karaton Sumedang Larang di gelar di Bale Agung Srimanganti, Senin malam, 25 Agustus 2025 dihadiri tokoh adat berbagai daerah dengan puncak kegiatan berupa kirab alit dan jamasan. (IST)

PORTALOKA.ID - Festival tradisi Karaton Sumedang Larang di gelar di Bale Agung Srimanganti, Senin malam, 25 Agustus 2025.

Acara itu dihadiri oleh banyak tokoh adat dari berbagai daerah di Indonesia, dengan puncak kegiatan berupa kirab alit dan jamasan pusaka.

Radya Anom Karaton Sumedang Larang Rd. luky Djhohari Sumawilaga menuturkan tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada 1 hingga 12 maulud.

Namun sebelum pada puncak acara digelar acara Nyugu Ageung, sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan sekaligus sebagai penghormatan kepada leluhur Sumedang Larang.

Baca Juga: Rayakan Milad ke-11, IPSM Kiaracondong Gelar Aksi Sosial Bagi Sembako pada Lansia

"Acara jamasan pusaka ini diawali dengan penurunan pusaka, dilanjutkan Kirab Alit mengelilingi Alun - alun, kemudian Pusaka dijamas di Gedung Srimanganti."

"Kemudian dilanjutkan dengan Kobulan yaitu pembagian hasil bumi kepada masyarakat dan tamu undangan," ujar Luky.

Dalam acara Tradisi Karaton dihadiri oleh PSBN Jawa Barat, Ibu Nooy Nurmalina beserta jajaran pengurus, penggiat Seni Budaya Perempuan yang di pimpin oleh Ambu Ririn.

Luky menerangkan bahwa antusias masyarakat khususnya di Kabupaten Sumedang sangat tinggi. Meskipun undangan terbatas, yang hadir melebihi dari 500 orang termasuk tokoh -tokoh adat dan pejabat penting.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bandung Sebut 136 Titik Penumpukan Sampah di Bandung Tertangani

Raja Rote dari NTT, Sekjen Majelis Adat Kerajaan Nusantara bunda Yani dari Keraton Sumenep, perwakilan kasepuhan Sultan Raharjo, pejabat Kemenko Polhukam, Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Dandim 0610 Sumedang, Akademisi, hingga perwakilan keluarga besar keraton dari berbagai daerah di Jawa Barat, Banten hingga Jawa Tengah.

Luky menegaskan bahwa penyelenggaraan Tradisi Karaton tahun ini bersifat mandiri tanpa bantuan pemerintah daerah, hanya gotong royong dari masyarakat dan kewargian.

"Alhamdulillah semua berjalan lancar berkat kebersamaan, kedepan tentunya perlu perencanaan yang lebih matang agar kegiatan ini memberikan dampak lebih besar, termasuk sektor Pariwisata dan Kebudayaan Sunda," pungkasnya.

Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang menjadi magnet budaya yang tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan potensi wisata di Kabupaten Sumedang. ***

Terkini