Namun, masih banyak tantangan UMKM di Kuningan yang masih menjadi peer. Diantaranya tingkat digitalisasi yang hanya mencapai 32 persen dan minimnya akses permodalan perbankan.
“Saya kira di berbagai daerah juga kita menemukan tantangan yang sama. Yaitu kurangnya digitalisasi, akses modal perbankan yang masih sulit, akses terhadap pasar, kualitas produk dan kemasan, yang masih menjadi kendala. Ini perlu di dorong, dengan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM,” ujarnya.
Dengan hadirnya NGG ini, Dian berharap bahwa pelaku UMKM dapat tercerahkan dengan mendengarkan motivator di bidang UMKM dan dapat diterapkan oleh pelaku UMKM di masa depan.
Ia menargetkan, selama kepemimpinanya lima tahun ke depan, UMKM akan memiliki daya saing, berbarengan dengan destinasi unggulan yang dimiliki Kabupaten Kuningan.
Baca Juga: Nikmati Keindahan Waduk Dharma dari Jagara Ecopark, Tempat Wisata Baru di Kuningan Jawa Barat
Kolaborasi ini menjadi penting untuk membangun daerah yang semakin berdaya saing dan Kuningan akan menjadi destinasi unggulan, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga nasional.(Sandi)***