berita

Puluhan Anak TK Antusias Ikut Mewarnai Kain Putih Sepanjang 80 Meter di Polres Klaten, Menggelorakan Semangat Kemerdekaan Indonesia

Jumat, 15 Agustus 2025 | 09:00 WIB
Puluhan anak-anak TK di Klaten, Jawa Tengah memenuhi halaman Polres dengan tawa riang mengikuti kegiatan mewarnai kain putih sepanjang 80 meter menjadi merah putih. (polres.klaten.go.id)

PORTALOKA.ID - Puluhan anak-anak TK Kemalabayangkari memenuhi halaman Polres Klaten, Jawa Tengah dengan tawa riang.

Mereka mengikuti kegiatan mewarnai kain putih sepanjang 80 meter menjadi merah putih.

Panjang kain tersebut melambangkan usia kemerdekaan Republik Indonesia yang tahun ini genap 80 tahun, Kamis, 14 Agustus 2025.

Acara ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT RI ke-80 yang digelar Polres Klaten.

Baca Juga: Cara Unik Desa Tarubasan Karanganom Klaten Semarakan HUT RI ke-80, Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 800 Meter, Jadi Spot Foto Warga

Warna merah putih dipilih agar anak-anak semakin mengenal identitas bangsa melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan interaktif.

Plt Kasi Humas Polres Klaten, Iptu Febryanti menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga sarat akan nilai edukasi.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menggelorakan semangat kemerdekaan kepada anak-anak sejak dini, agar mereka mengenal perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan negara Republik Indonesia tercinta ini."

"Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik anak-anak supaya berkembang lebih baik ke depannya," kata Iptu Febryanti.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Ambulans Dihantam Toyota Calya di Simpang Klaten Town Square Klaten, Bawa Pasien OTW Jogja hingga Terpental Tabrak Median Jalan

Kegiatan mewarnai ini dirancang agar anak-anak dapat belajar sambil bermain.

Proses mengisi warna pada kain panjang secara bersama-sama mengajarkan kerja sama, kesabaran, dan kebanggaan terhadap hasil yang mereka buat.

Menurut Iptu Febryanti pengenalan nilai-nilai nasionalisme harus dimulai sejak usia dini, sehingga akan tertanam dalam karakter anak hingga dewasa.

Ia berharap metode kreatif seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain.

Halaman:

Tags

Terkini