berita

Momen Haru Hari Pertama Sekolah Rakyat di Kupang NTT: Siswa Menyanyikan 'Laskar Pelangi' Penuh Semangat

Selasa, 15 Juli 2025 | 21:12 WIB
Siswa Sekolah Rakyat Menengah 19 Kupang antusias mengikuti MPLS (Tim Media Presiden Prabowo)

KUPANG, PORTALOKA.ID - Di halaman Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) puluhan siswa baru duduk rapi mengenakan seragam merah putih.

Mereka bukan hanya memulai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tapi juga menandai awal dari harapan baru dalam hidup mereka.

Suasana berubah haru saat lagu “Laskar Pelangi” mengalun dari pengeras suara. Anak-anak itu, sebagian dengan mata berbinar menyanyikan liriknya dengan penuh semangat:

“Menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga”.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Sudah Ada di Luar Pulau Jawa, Ini Dia 10 Titik yang Tersebar dari Aceh hingga Papua

Lagu itu seolah menggambarkan perjalanan mereka, anak-anak dari keluarga kurang mampu, yang kini akhirnya bisa mengenyam pendidikan menengah secara gratis dibiayai pemerintah, berasrama dengan makan tiga kali sehari. Sebuah kemewahan yang selama ini mungkin terasa jauh dari jangkauan.

Beberapa siswa tampak tersenyum lebar sambil bernyanyi, melambangkan kegembiraan.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 21 Maret 2025, Presiden menyampaikan rencana besar membangun 200 sekolah berasrama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Baca Juga: Ini Dia 13 Lokasi Sekolah Rakyat di Jawa Barat, Ada di Sukabumi, Bandung hingga Sumedang

“Kami sudah putuskan untuk membangun tahun ini. Kita harap segera mulai dengan 200 sekolah rakyat berasrama untuk SD, SMP, dan SMA. Ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu,” ujar Presiden Prabowo saat itu.

Lebih dari sekadar akses pendidikan, Sekolah Rakyat dirancang untuk menjadi jalan keluar dari kemiskinan struktural yang selama ini membelenggu banyak keluarga Indonesia.

Dengan sistem berasrama, anak-anak diberikan lingkungan yang lebih stabil, asupan makanan bergizi, dan pembinaan karakter yang holistik.

Harapannya, pendidikan ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk naik kelas secara sosial dan ekonomi.

Halaman:

Tags

Terkini