berita

Promedia, Tuyul Berbasis Teknologi Informasi, Sumber Kekayaan Tak Kasat Mata

Kamis, 3 Juli 2025 | 07:23 WIB
4 Tahun Promedia rahim bagi ribuan perusahaan media (Freepik/rawpixel.com diedit oleh Portaloka.id)

PORTALOKA.ID - 4 Tahun Promedia bagi para pemburu kekayaan adalah sebuah perusahaan tuyul yang memberi tanpa dupa dan mantra.

Dalam mitologi Sunda, Promedia adalah ekosistem yang sakti mandraguna. Ia bisa mengubah orang biasa menjadi luar biasa.

Ia bisa menyulap kepedihan menjadi kebahagiaan. Ia mampu merajut mantra berbasis algoritma menjadi sumber cuan tanpa batas.

Itu kesan saya selama bergabung di ekosistem Promedia. Perjalanan selama 4 tahun tentu saja masih usia bayi. Tapi Promedia adalah bayi ajaib, dari rahim teknologi Promedia kini lahir ribuan anak perusahaan dengan ribuan pengelola website.

Baca Juga: Mediapreneur Talks Episode 4 di Banten: CEO Promedia Ajak Para Jurnalis Terus Optimis untuk Pertahankan Brand Media

Di bawah anak perusahaan yang bermitra dengan Promedia, juga ada ribuan tangan-tangan kreatif yang mendadak pintar menjadi editor, konten writer dan konten kreator yang kebagian kue ekonomi ekosistem Promedia.

Promedia bagaikan ibu yang menyusui ribuan anak yang diikat lewat jaringan kemitraan bisnis. Tentu dengan bagi hasil yang bisa diterima kedua belah pihak.

Bagi pengusaha start up di bidang media online, Promedia benar-benar solusi terbaik. Para pengusaha start up dibimbing dan diarahkan agar memahami detail setiap proses pembelajaran di Promedia.

Sesungguhnya tidak mudah menjalankan bisnis berbasis algoritma dan viralitas. Promedia bukan sekadar menyediakan teknologi pendukung tapi juga membimbing para jurnalis agar lebih profesional.

Baca Juga: 4 Tahun Promedia: Wujudkan Mimpi Seorang Manusia Biasa Menjadi Pengusaha Media

Setiap kata dan kalimat yang dituliskan di dinding layar ponsel pembaca adalah mantra magis yang mengandung kata kunci. Sebuah kata sakral yang hanya bisa dipahami oleh mesin robot raksasa milik Mbah Google.

Peradaban digital yang berbasis teks tulisan ini menjadi arena perang narasi. Yang menang tentu saja mereka yang menguasai teknologi dan teknik penyajian informasi yang menarik dan viral.

Perjalanan empat tahun Promedia mengajarkan arti kolaborasi dan sinergi bahwa di zaman digital ini tidak ada manusia super. Keberhasilan mencapai tujuan sangat ditentukan oleh kemampuan berjejaring dan bersinergi dengan banyak pihak.

Inilah yang dilakukan Promedia sehingga setiap orang bisa mengambil peran sesuai keahliannya. Saya bangga menjadi bagian dari ekosistem Promedia yang telah memberikan kesempatan setiap orang memperlihatkan kinerja terbaiknya.

Halaman:

Tags

Terkini