Kata Gandung, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi kaku seperti orang meninggal dunia.
2. Saksi Langsung Lapor Polisi
Ampran pun langsung melaporkan temuannya ini pada Polsek Mergangsan.
"Dan diketahui korban dalam keadaan kaku dengan indikasi meninggal dunia, selanjutnya saksi 2 menelpon ke Polsek Mergangsan," jelas Gandung.
Tak berselang lama, Inafis Polresta Jogja dan dokter Puskesmas Mergangsan tiba dilokasi kejadian untuk lakukan pemeriksaan.
3. Penyebab Kematian Korban
Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap bahwa korban dinyatakan henti jantung.
Tim medis menduga korban sebenarnya memiliki riwayat penyakit jantung namun tak dirasa.
"Hasil pemeriksaan awal dari dokter Puskesmas menyatakan henti jantung. Dimungkinkan korban memiliki riwayat penyakit jantung namun tidak dirasa," ungkapnya.
Sehingga saat merasakan sakit tiba-tiba, korban belum memiliki obat dan berakhir kematian.
"Saat korban merasakan sakit tidak ada obat yang tersedia sehingga berakibat fatal," sambung Gandung.
Baca Juga: Jadwal SPMB Yogyakarta 2025 jenjang SMA/SMK, Sudahkan Kamu Verifikasi Dokumen?
4. Keluarga Terima Sebagai Musibah
Jasad korban langsung dibawa ke RSUD Wirosaban, Kota Jogja untuk proses lebih lanjut.
Dari kejadian ini, kata Gandung, keluarga korban sudah menerima kematian DW sebagai musibah.