Paikem mengaku pada tahun 2025 ini ia mengalami kendala bahan bambu yang sulit didapatkan.
Akibatnya produksi tidak bisa banyak dan tidak ada lembur.
"Tidak ada lembur, wong tidak ada bahan."
"Tahun-tahun lalu sampai lembur karena permintaan pasti meningkat," tuturnya. ***