Permintaan biasanya datang dari berbagai wilayah di Klaten.
"Pembeli dari Kecamatan Cawas, Gentongan Kecamatan Kalikotes, Tulung."
"Dari Jakarta ada cuma ongkos kirimnya yang mahal tidak dilanjut," ucap Paikem.
Tusuk sate buatan keluarga Paikem berbahan bambu jenis ori.
Tahun 2025 ini harga bahan bakunya naik Rp 2 ribu per batang.
"Per batang harganya naik Rp 2 ribu, tahun lalu Rp 20 ribu sekarang Rp 22 ribu."
"Kalau bambu lain tidak bisa karena kurang keras," ujarnya.
Paikem menyebutkan ia mendapatkan bahan baku biasanya dari wilayah Kabupaten Wonogiri.
Satu batang bambu bisa menghasilkan 75-100 ikat tusuk sate.
"Satu batang biasanya 75-100 ikat dengan panjang 20 centimeter."
"Per ikat isinya 50 batang tusuk sate dengan harga Rp 3 ribu," ucapnya.