"Tulisan itu ditempelkan di dinding perpustakaan. Lalu dipublish agar dibaca orang lain. Tak perlu panjang cukup satu paragraf," ujar Sekda Andang.
Diskusi publik ini menampilkan para narasumber di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Dadan Wiyadi, Analis Kebijakan Kemenko PMK, Ferdiansyah, Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi dan penggiat Taman Bacaan Masyarakat Cahaya Ilmu Panjalu Rosi Nurhayati.
Kesimpulan dari diskusi ini adalah bagaimana membangun ekosistem literasi yang melibatkan semua stakeholder di masyarakat.
Masalah literasi menjadi bahan pemikiran kebijakan di Kemenko PMK yang membawahi berbagai kementerian. Karakter bangsa bisa terbentuk manakala didukung kekuatan literasi yang massif dan terstruktur.
"Kami sangat konsen dan fokus dalam pembangunan karakter bangsa. Insyaallah ke depan akan melibatkan semua Bunda Literasi se-Indonesia," ujar Analis Kebijakan Kemenko PMK Ferdiansyah.
Kemudian Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Dadan Wiyadi menyimpulkan,
keberadaan perpustakaan sangat diperlukan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Masyarakat dapat memanfaatkan sarana di perpustakaan.
"Di perpustakaan kita bisa melihat informasi penting dan tahu sejarah. Melalui literasi kita bisa mendapatkan manfaat ilmu pengetahuan, tapi jadikan perpustakaan sebagai gudang ilmu yang bermanfaat," ujar Dadan.
Kunjungan para analis Kemenko PMK untuk menghimpun masukan bagaimana perkembangan literasi di Kabupaten Ciamis. Semua masukan ini akan menjadi bahan pengambilan kebijakan selama lima tahun mendatang.***