Sementara itu, kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono menuturkan pembagian THR sembako untuk masyarakat sudah dilaksanakan sejak tahun 2007.
Kegiatan bagi-bagi THR jadi agenda rutin setiap tahun menjelang Lebaran Idul Fitri.
"Tiap tahun rutin memberikan sembako ke masyarakat desa per KK sebagai wujud rasa syukur."
"Desa Ponggok itu setiap tahun memberikan sembako ke warga," ucap Junaedi Mulyono kepada Portaloka.id, Sabtu sore, 22 Maret 2025.
Junaedi Mulyono menmabhakan pada tahun 2025 ini warga menerima THR sembako senilai Rp 200 ribu.
Isinya ada beras, minyak goreng, gula, mie instan dan kue kering.
Total penerima THR sembako ada sebanyak 730 kepala keluaga.
"Tahun ini nilainya Rp 200 ribu per KK."
"Kita bagikan kurang lebih sekitar 730 kepala rumah tangga," imbuh Junaedi Mulyono.
Junaedi Mulyono menjelaskan sumber dana berasal dari pendapatan asli desa yang didapatkan dari Unit Pengelolaan Usaha yang ada di Desa Ponggok.
Ada wisata yang dikelola oleh Bumdes dan lembaga usaha produktif milik masyarakat.
Junaedi Mulyono mengatakan kegiatan ini jadi wujud syukur kepada Tuhan dan memberikan hasil secara langsung pada masyarakat di momen Lebaran Idul Fitri.
Diharapkan, warga dapat memafaatkan THR sembako untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. ***