SURAKARTA, PORTALOKA.ID - Walikota Surakarta Respati Ardi mengungkap puncak arus mudik lebaran 1446 H diprediksi akan terjadi pada 28 Maret 2025.
Pihaknya telah menyiapkan posko mudik di tiap kantor kelurahan maupun kecamatan di Kota Solo.
"Kami sudah mulai bekerja bersama-sama dan kami sangat siap."
"Kami ada posko-posko mudik di beberapa titik dan kita sudah berkoordinasi dengan camat lurah menyampaikan di tiap kecamatan dan keluarahan boleh difungsikan untuk posko mudik untuk menyambut para pemudik," ungkap Respati.
Sementara itu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta mengerahkan ratusan personel gabungan yang terdiri dari anggota TNI, Polri, dan elemen masyarakat untuk Operasi Ketupat Candi dalam rangka pengamanan mudik lebaran Idul Fitri 1446 H.
Total ada 913 personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan arus mudik lebaran yang akan berlangsung selama 14 hari.
Selain itu, terdapat sejumlah pos pengamanan yang disiapkan untuk menyambut kedatangan para pemudik ke Kota Solo.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengatakan, ada enam pos yang disiapkan, yang berada di Benteng Vastenburg, Terminal Tirtonadi hingga Aglomerasi di Banyuanyar Solo.
"Untuk enam pos ini terbagi di Benteng Vastenburg pos pelayanan, pos terpadu di depan Terminal Tirtonadi di perempatan Gilingan, Makutho, Faroka, dan Jurug di depan Solo Safari sebagai tempat wisata dan berpapasan dengan Karanganyar, serta Aglomerasi di Banyuanyar," ujar Kombes Pol Catur usai upacara gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 pada Jumat, 21 Maret 2025.
Dikatakan Kombes Pol Catur, pihaknya juga telah memetakan titik kemacetan maupun black spot yang akan terjadi saat masa mudik lebaran.
Sejumlah titik kemacetan seperti di tempat wisata, tempat keramaian pasar, mall, maupun tempat makan.
Salah satu tempat yang diprediksi mengalami kemacetan seperti di Masjid Syeikh Zayed Solo.