Namun, hingga larut malam, korban belum juga pulang.
Pihak keluarga langsung melakukan pencarian, namun hasilnya masih nihil.
Lalu keesokan harinya pada Kamis, 20 Maret 2025 pagi, menantu korban, Vinsensius Sukasim Amarten, melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Alok.
Nahas tak berselang lama, korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa di laut.
Pihak keluarga menerima insiden ini sebagai musibah dan tolak dilakukan atopsi.
Pihak keluarga menyebut, korban diduga terseret arus laut saat berada di pesisir pantai.
Pasalnya korban sudah lanjut usia.
Ditambah sudah sering mengalami lupa ingatan (pikun).***