CIAMIS, PORTALOKA.ID - Dalam rangka mengenalkan pentingnya bersedekah kepada anak usia dini, TK MGI Ciamis menggelar acara Parents Day Ramadhan Gebyar Berbagi 1000 Takjil, Kamis, 13 Maret 2025 di Masjid Agung Ciamis.
Acara dibuka langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Ciamis, Hj Kania Ernawati Herdiat didampingi Nyonya Gita Yana D Putra.
Bunda Hj Kania selain membuka acara juga didaulat menyerahkan bantuan mushaf Al Quran dan bingkisan takjil secara simbolis.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Pembina Yayasan Cahaya Islam Ciamis, Ustadz Abu Qotadah, Ketua DKM Masjid Agung Ciamis, KH Wawan Arifin, Kabid Paud Eka dan beberapa tokoh masyarakat.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Diserbu Masyarakat Ciamis, Rahasianya Harga di Bawah Pasar
Menurut Bunda Kania, pihaknya mengapresiasi kegiatan amal yang diselenggarakan oleh TK MGI Ciamis bersama para orang tua murid. Ini momentum berharga karena akan diingat hingga usia dewasa nanti.
"Pentingnya sedekah tak sekedar pengetahuan. Perlu diikuti dengan praktek di lapangan bersama orang tua. Ini akan memberikan motivasi positif kepada anak mengamalkan ajaran Islam," ujar Bunda Kania.
Sementara itu, Pembina Yayasan Cahaya Islam Ciamis yang menaungi TK MGI Ciamis, Ustadz Abu Qotadah, mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah mengintegrasikan pengetahuan ke dalam karakter anak didik.
Mereka diajak mengamalkan ilmu pengetahuan dengan praktek berkolaborasi dengan orang tua.
"Kegiatan ini menegaskan bahwa pelajaran di sekolah sama dengan yang dilakukan orang tua. Kelak anak-anak akan terbiasa melakukan kebaikan karena ia melihat dan mempraktekkan bersama orang tuanya. Diharapkan terbentuk karakter moral yang baik sebagai penerus bangsa," ujar Abu Qotadah.
Menurut Abu Qotadah, ada lima tahapan pendidikan anak. Pertama keteladanan, yakni orang tua harus menjadi contoh. Kedua, pembimbingan, ketiga pendampingan, keempat pengayoman. Orang tua harus mampu mengayomi.
"Kelima, pendidikan itu dialogis, orang tua harus mampu berdiskusi dengan anak. Kita harus bisa memahami anak dengan diskusi. Setiap larangan harus dijelaskan dan dipahami oleh anak," pungkas Abu Qotadah.***