berita

Viral! Raih Skor CAT CPNS Tertinggi Se-Jawa Tengah, Tri Cahyaningsih Gagal Lolos Tes CPNS Karena Tinggi Badan Kurang 0,5 Centimeter

Sabtu, 22 Februari 2025 | 19:05 WIB
Tri Cahyaningsih Gagal Lolos Tes CPNS Karena Tinggi Badan Kurang 0,5 sentimeter (Portaloka.id/Agatha Dyah )

BOYOLALI, PORTALOKA.ID - Tri Cahyaningsih, seorang buruh pabrik tekstil asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, harus menelan pil pahit pasca dinyatakan gagal lolos tes CPNS karena tinggi badannya kurang 0,5 centimeter.

Padahal ia mengantongi nilai CAT CPNS tertinggi se-Jawa Tengah dengan skor 476 saat menjadi peserta CPNS Kemenkumham Jawa Tengah, pada akhir tahun 2024 lalu.

Pada saat ditemui awak media di kediamannya di Desa Penggung, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Sabtu 22 Februari 2025, Tri Cahyaningsih tak segan untuk menceritakan pengalamannya dalam mengikuti tes CPNS Kemenkumham 2024 lalu.

Tri Cahyaningsih menjelaskan ia mengikuti tes CPNS Kemenkumham Jawa Tengah tersebut pada akhir tahun 2024 lalu.

Baca Juga: Pria Misterius Ceburkan Diri ke Sungai Opak Bantul Ditemukan Meninggal Dunia, Ternyata Warga Kulon Progo Yogyakarta

Dalam tes tersebut dirinya memperoleh nilai Computer Assisted Tes atau CAT tertinggi dengan skor 476, bahkan nilai ini merupakan rekor terbaru yang didapat oleh peserta tes di Kemenkumham Jateng, hasil ini juga diposting oleh media sosial Kemenkumham Jawa Tengah.

Untuk dapat lolos serta memperoleh nilai CAT tertinggi tentu bukan hal yang mudah bagi Tri Cahyaningsih.

Ia mengaku harus menyempatkan waktu belajar di antara padatnya pekerjaan yang ia lakoni sebagai buruh pabrik dan ibu rumah tangga.

"Cuma pas mau tes SKD itu aja yang agak berat ya belajarnya itu. Ya harus ngatur waktu. Ngatur waktu kerja, mau mau anak, ngurusin rumah," ujarnya.

Baca Juga: 3 Fakta Wanita Nekat Lompat Jembatan Kretek 2 ke Sungai Opak Bantul Yogyakarta, Terungkap Respon Teman Korban

Waktu belajar pun hanya ia sempatkan ketika sore hari ketika selesai bekerja di pabrik sembari mengasuh anaknya yang masih balita.

Perjuangan dan ketekunannya belajar sembari tetap melakukan aktivitas layaknya seorang ibu, membuahkan hasil skor dengan nilai tertinggi, namun sayangnya ia dinyatakan tidak lolos CPNS karena tinggi badan kurang 0,5 centimeter.

Diketahui untuk formasi yang ia daftar tinggi badan minimal sebagai penjaga tahanan atau sipir adalah 158 cm, sedangkan pada saat dilakukan pengukuran oleh panitia tes CPNS Kemenkumham Jateng tinggi badannya hanya 157,5 centimeter.

Ia pun mengaku shock saat mengetahui gagal lolos hanya karena tinggi badan kurang 0,5 centimeter, dalam perjalanan pulang dari tes di Semarang menuju Boyolali ia mengaku menangis sepanjang perjalanan karena kecewa.

Halaman:

Tags

Terkini