PORTALOKA.ID - Adanya kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto membuat khawatir sejumlah pihak.
Tak terkecuali guru Raudlatul Athfal (RA) dan madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag).
Kebijakan efisiensi anggaran dikhawatirkan akan berdampak pada tunjangan insentif.
Namun, kabar baiknya Kementerian Agama memastikan hal itu tidak akan terjadi.
Baca Juga: Pendaftaran Dibuka, Ini Tahapan PPG Daljab Kemenag 2025, Tersedia 269 Ribu KuotaBaca Juga: Pendaftaran Dibuka, Ini Tahapan PPG Daljab Kemenag 2025, Tersedia 269 Ribu Kuota
Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Suyitno memastikan pihaknya tahun ini sudah mengalokasikan anggaran tunjangan insentif Guru Bukan PNS (GBPNS) pada RA dan Madrasah.
“Meski ada efisiensi, Kemenag sudah bersepakat dengan DPR dalam Rapat Kerja terkait alokasi anggaran bagi tunjangan insentif bagi guru RA dan madrasah bukan PNS,” tegas Suyitno dikutip Portaloka.id, Rabu, 19 Februari 2025.
Menurut Suyitno, tunjangan insentif akan disalurkan secara bertahap.
Ia menambahkan, tunjangan insentif merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Selain itu, tunjangan tersebut juga untuk memotivasi guru agar lebih meningkatkan kinerjanya.
“Ini bentuk kehadiran negara dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru,” tegasnya.
Adapun yang berhak menerima tunjangan insentif adalah guru RA, MI, MTS, MA, dan MAK yang terdaftar di EMIS dan sesuai dengan kriteria lain yang ditetapkan.***
Artikel Terkait
Pantas Saja Viral, Kesegaran Es Kuwut Melon Kelapa Tiada Duanya, Bikinnya Praktis, Cocok Jadi Ide Jualan Takjil di Bulan Ramadhan
Resep Sari Koyo Khas Jawa Timur yang Hanya Ada di Bulan Ramadhan Saja, Bisa Jadi Ide Jualan
Pemuda Asal Sleman Yogyakarta Jatuh Nyangkut di Jurang Gunung Merapi Kemalang Klaten
2 Talut Jalan Antar Desa Longsor di Logede Karangnongko Klaten Akibat Hujan Deras
Pasutri Asal Sleman Meninggal Diduga Keracunan AC Mobil di Magelang, Mengapa Bisa Terjadi? Ini Penjelasannya
Dapat Penolakan Autopsi dari Keluarga, Polisi Tetap Kirim Sampel Muntahan Pasutri Asal Sleman Yogyakarta yang Tewas dalam Mobil ke Labfor