Kamis, 4 Juni 2026

Penjual Nasi Uduk Diduga Kelelahan Hingga Meninggal saat Antre Gas LPG 3 Kg, Begini Kata Kapolsek Pamulang

Photo Author
- Selasa, 4 Februari 2025 | 14:36 WIB
Penjual nasi uduk diduga meninggal saat antre LPG ( X @MoXweet)
Penjual nasi uduk diduga meninggal saat antre LPG ( X @MoXweet)

TANGERANG SELATAN, PORTALOKA.ID - Seorang ibu rumah tangga (IRT) dikabarkan meninggal usai mengantre Gas LPG 3 kg di Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Korban diduga kelelahan karena mengantre gas melon hingga berjam-jam sejak pagi, Senin, 3 Februari 2025.

Kapolsek Pamulang Kompol Widya Agustiono menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta keterangan para saksi dan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP).

Menurutnya, sebelum meninggal, korban sempat pergi ke agen penjualan gas melon. Namun, saat itu tidak terdapat antrean.

Baca Juga: Kepala Toko Sebut Gadis Gantung Diri di Ciamis Sempat Berseteru dengan Keluarga dan Pacar, Jadi Alasan Bunuh Diri?

"Ibu itu dari berjualan nasi uduk, dari pagi, dari jam 5. Terus jam 10 gasnya habis terus beli gas ke pangkalan," jelasnya, Senin, 3 Februari 2025.

Lebih lanjut, ia mengatakan, penjual nasi uduk itu berjalan menuju pangkalan kurang lebih mencapai 200 M.

"Ibu itu dari rumah ke pangkalan kurang lebih 200 meter, jalan kaki menenteng 2 tabung gas. Itu tidak ada antrean, dinyatakan oleh pihak agen," ucapnya.

Widya Agustiono juga menjelaskan, korban tidak meninggal lantaran mengantre hingga berjam-jam.

Baca Juga: Hasil Seleksi Administrasi PPPK 2024 Tahap 2 Diumumkan HARI INI! Yuk Segera Cek Lewat SSCASN Lengkap dengan Panduan Tahap Berikutnya

"Kondisi gas sudah terisi. Nanti saya kirim CCTV-nya ada, dengan posisi beliau tidak antre. Kan di berita itu narasinya dia meninggal saat antre, itu tidak benar,"

Setelah mendapatkan dua tabung gas, tutur Widya Agustiono, korban sempat mampir di rumah tetangganya.

“Setelah itu dia kan jalan pulang 200 meter dan bawa tabung gas itu. Terus dia berhenti dulu di rumah tetangganya sebelum melanjutkan perjalanan pulang," terangnya.

Setelah itu, sang ibu diantar pulang oleh anaknya.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X