Minggu, 19 Juli 2026

Pengamat Puji Keinginan Prabowo Belajar dari Brasil soal Makan Bergizi Gratis: Diplomasi yang Membawa Dampak Positif

Photo Author
Rohmana Kurniandari, Portaloka
- Kamis, 21 November 2024 | 07:23 WIB
Prabowo ingin mempelajari makan bergizi gratis dari Brasil. (Istimewa)
Prabowo ingin mempelajari makan bergizi gratis dari Brasil. (Istimewa)

JAKARTA, PORTALOKA.ID - Pengamat sekaligus Co-founder Institute For Security dan Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi memuji langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang akan mempelajari Makan Bergizi Gratis dari Brasil.

Khairul menilai keinginan Prabowo untuk belajar Makan Bergizi Gratis dari Brasil sebagai salah satu contoh bahwa diplomasi dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat.

Keinginan tersebut disampaikan Prabowo dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Brasil untuk menghadiri KTT G20 2024 di Rio De Janeiro.

Baca Juga: Momen Prabowo Bertemu Presiden Prancis di Sela KTT G20, Macron Ucapkan Selamat

“Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh Prabowo dalam kunjungannya ke Brasil adalah keinginannya untuk mempelajari program sosial yang sukses mengatasi kelaparan di Brasil, yaitu pemberian makan bergizi gratis bagi anak-anak,” kata Khairul kepada wartawan, Rabu (20/11).

Menurut dia ini adalah diplomasi yang bisa bantu pemerintah Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

“Program seperti ini menunjukkan bagaimana diplomasi ekonomi Indonesia dapat mendukung kesejahteraan rakyatnya dengan mempelajari dan mengadopsi kebijakan yang sudah terbukti efektif di negara lain,” ujarnya.

Baca Juga: Reaksi Prabowo Atas Kemenangan Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi: Terima Kasih, Tim Nasional Luar Biasa

Adapun ia berharap program Makan Bergizi Gratis yang diterapkan di Indonesia akan dapat mengurangi kesenjangan sosial yang berarti dan bisa memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

“Indonesia berpotensi untuk mengurangi kesenjangan sosial yang masih besar, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang tertinggal,” kata Khairul.

***

Editor: Rohmana Kurniandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X