Kamis, 4 Juni 2026

Berkat Pemberdayaan BRI, Kelompok Petani Durian di Pekalongan, Jawa Tengah Makin Berkembang Pesat

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 09:17 WIB
BRI turut melakukan pemberdayaan klaster durian di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (Portaloka.id/Istimewa)
BRI turut melakukan pemberdayaan klaster durian di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (Portaloka.id/Istimewa)

JAKARTA, PORTALOKA.ID - Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) jadi fokus utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.

Lewat dukungannya pada sektor pertanian, BRI turut melakukan pemberdayaan klaster durian di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Terdapat banyak durian lokal dari Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang memiliki kualitas unggul.

Ketua Kelompok Klaster Durian Lemahabang, Ahmad Baehaqi mengatakan, sejak tahun 2020 durian mulai disilangkan dengan jenis premium seperti Bawor, Musang King, Super Tembaga, dan varietas lainnya.

Baca Juga: BRI Jalin Kerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara Guna Tingkatkan Kualitas dan Perluas Layanan Perbankan bagi Pegawai BKN

“Upaya persilangan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas durian lokal, baik dari segi rasa, tekstur, maupun daya tahan,” ujarnya saat mengikuti Bazaar UMKM BRILian di Kantor Pusat BRI, pada Jumat, 18 Oktober 2024.

Dengan persilangan ini, diharapkan durian dari Desa Lemahabang dapat bersaing di pasar nasional dan internasional, sekaligus meningkatkan pendapatan para petani dan kesejahteraan masyarakat setempat.

BRI turut melakukan pemberdayaan klaster durian di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (Portaloka.id/Istimewa)

Hal ini mengingat durian hasil persilangan menjadi salah satu komoditas unggulan yang semakin diminati oleh konsumen.

Klaster Durian Lemahabang yang memiliki anggota sebanyak 70 petani durian ini biasa memanen durian sebanyak tiga kali setahun.

Baca Juga: UMKM Ubi Jalar Kubu Raya Rasakan Manfaat Pendampingan BRI dan Program Desa BRILiaN, Bisa Tingkatkan Kualitas Produk hingga Perluas Pasar

Dalam sekali panen bisa mencapai 5 ton, di mana distribusinya terhitung banyak, yakni 7.000 buah durian per hari dengan harga durian yang dibanderol Rp50.000 per kilogram.

“Saat ini, durian di Desa Lemahabang sudah punya pelanggan tetap di Jakarta, Bandung, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Banyuwangi,” ungkap Ahmad Baehaqi.

Kesuksesan ini pun tak terlepas dari upaya pemberdayaan BRI.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X