Kamis, 4 Juni 2026

Pelajar SMK di Solo Tewas Dikeroyok Diduga karena Klitih, Keluarga Tak Terima, Laporkan Pengeroyok ke Polisi

Photo Author
Rohmana Kurniandari, Portaloka
- Kamis, 3 Oktober 2024 | 11:28 WIB
Ilustrasi pemuda di Sukoharjo menjadi korban pengeroyokan. Satu orang tewas. (Freepik)
Ilustrasi pemuda di Sukoharjo menjadi korban pengeroyokan. Satu orang tewas. (Freepik)

SUKOHARJO, PORTALOKA.ID - Tiga orang pemuda inisial MAN (16), DSA, dan NIS menjadi korban pengeroyokan di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Mereka babak belur dikeroyok warga dengan tudingan melakukan tindak klitih. 

Akibat kejadian itu, pemuda berinisial MAN yang berasal dari Sukoharjo tewas. 

Pemuda tersebut diketahui bersekolah di sebuah SMK di Kota Solo

Baca Juga: Viral Video Polisi Kejar Pria Naik Motor Bawa Sajam di Jalan Jogja-Solo, Klaten, Begini Kata Kapolres

Adapun peristiwa pengeroyokan terjadi di depan Pasar Plumbon, Mojolaban pada Minggu, 29 September 2024 lalu. 

Dalam kondisi babak belur, mereka diserahkan warga ke kantor polisi, berikut senjata tajam yang dibawa mereka. 

Polisi lantas membawa para korban ke Rumah Sakit Kustati Solo. 

Kondisi MAN terus memburuk, hingga pada Senin, 30 September 2024 dinyatakan meninggal dunia. 

Baca Juga: 4 Fakta Kasus Pengeroyokan Pelajar di Tasikmalaya hingga Berujung Maut, Gegara Knalpot

Sementara dua korban lainnya masih dirawat di ICU dan dalam kondisi kritis. 

Ayah MAN merasa tidak terima anaknya menjadi korban pengeroyokan hingga tewas. 

Ia lalu melaporkan kasus pengeroyokan tersebut ke Polres Sukoharjo. 

Tim kuasa hukum keluarga MAN, Ratno Agustio Hortomo, mengatakan peristiwa itu bermula pada Sabtu, 28 September 2024 sekitar pukul 22.00 WIB hingga Minggu, 30 September 2024 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. 

Halaman:

Editor: Rohmana Kurniandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X