Pada titik itulah KDM mempunyai posisi sangat strategis. “Menurut saya pertanyaan 2029 bukan apakah KDM berani melawan Prabowo. Pertanyaan yang lebih menarik adalah apakah nanti Prabowo melihat KDM sebagai orang yang layak meneruskan estafet kepemimpinannya,” kata Agus Sulistriyono.
Karena itu, hubungan Prabowo dan KDM menuju 2029 belum tentu berakhir sebagai pertarungan. Bisa jadi justru menjadi cerita tentang regenerasi. KDM tidak harus menjadi antitesis Prabowo untuk menjadi presiden. Ia justru bisa mengambil posisi sebagai penerus.
Baca Juga: Resmikan Kampung Zakat Pawindan, Bupati Ciamis Tegaskan Pentingnya Zakat bagi Kehidupan
Jika Prabowo maju, KDM menunggu. Jika Prabowo tidak maju, KDM sudah siap. Dan jika suatu saat Prabowo memberikan restu kepadanya, maka pertanyaan tentang apakah KDM akan “melawan” Prabowo mungkin tidak pernah menjadi kenyataan.
Sebab jalan terbaik KDM menuju 2029 mungkin bukan dengan mengalahkan Prabowo, tetapi dengan mendapatkan kepercayaan untuk meneruskannya.***
Artikel Terkait
Pimpinan Ponpes Darul Muta'alimin Ciamis Ajak Masyarakat Giatkan Kembali Magrib Mengaji dan Kurangi Bermain Gadget
Detik-Detik Jembatan Gantung Setinggi 40 Meter Ambruk saat Diresmikan Bupati Pangandaran
Kadisdik Kalteng Tak Ingin Sekolah Libur di Tengah Kondisi Kabut Asap Karhutla, Berdalih demi Nasib Dapur MBG
6 Langkah Raih Promo Cashback untuk Liburan ke Negara Empat Musim dengan BRI Kartu Kredit Infinite
Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026
Palang Pintu di Pekalongan Tak Ditutup saat Kereta Lewat, Warga Marah usai Diduga Petugas Tertidur
Grande Caffe and Resto, Rekomendasi Tempat Makan Keluarga di Ciamis dengan Suasana Cozzy
Prabowo Terima Kartu Anggota Seumur Hidup NU: Ini Kehormatan Besar bagi Saya
Di Muktamar NU, Prabowo Tegaskan Komitmennya untuk Lakukan Efisiensi BUMN dengan Target Penghematan hingga Rp100 Triliun
Teladani Akhlak Rasulullah, Warga Citutut Ciamis Hadiri Tablig Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW