Kamis, 4 Juni 2026

Kepala BNPB Minta Maaf ke Bupati Tapsel Usai Nilai Banjir Tak Mengkhawatirkan: Tidak Mengira Sebesar Ini

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 1 Desember 2025 | 21:22 WIB
Kepala BNPB, Suharyanto (tengah) meminta maaf ke Bupati Tapsel setelah menilai banjir tak mengkhawatirkan.  (Dok. BNPB)
Kepala BNPB, Suharyanto (tengah) meminta maaf ke Bupati Tapsel setelah menilai banjir tak mengkhawatirkan. (Dok. BNPB)

PORTALOKA.ID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Gus Irawan, setelah sebelumnya menilai kondisi banjir di wilayah tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan.

Permintaan maaf itu disampaikan langsung saat Suharyanto meninjau lokasi bencana di Desa Aek Garoga, Batang Toru, pada Senin, 1 Desember 2025.

“Pak, saya surprise, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tak peduli,” ujar Kepala BNPB Suharyanto kepada awak media.

Dalam kunjungannya, Suharyanto menegaskan bahwa penanganan pengungsi harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Lokal, Batik Siger Terus Berkembang Bersama Pemberdayaan Rumah BUMN BRI

Perwira Tinggi TNI-AD itu meminta jajarannya bersama pemerintah daerah memastikan warga tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.

“Ini enggak mungkin mereka akan tinggal seterusnya,” kata Suharyanto.

Dia menjelaskan bahwa kondisi fisik dan mental para pengungsi akan terdampak jika harus bertahan terlalu lama di barak sementara.

“Itu maksimal kemampuan orang tuh dua minggu. Setelah itu penyakit datang, mental juga terkena itu,” lanjutnya.

Baca Juga: Bencana di Sumatera Utara Telah Seminggu Berlalu, Prabowo Akhirnya Tinjau Lokasi Terdampak Banjir-Longsor

Suharyanto mengingatkan bahwa penanganan pengungsi tidak boleh sebatas menyediakan kebutuhan dasar semata.

“Tolong juga ini betul-betul, jangan anggap masyarakat kalau sudah di tenda, dikasih makan minum, ada MCK aja udah selesai,” tegasnya.

“Manusia Indonesia kalau lama-lama di tenda seperti itu ya pasti tidak akan tahan,” imbuhnya.

Ia juga meminta langkah-langkah percepatan dilakukan agar warga dapat segera kembali ke hunian permanen atau hunian sementara yang lebih layak.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X