PORTALOKA.ID - Seorang warga Bantul Yogyakarta, Purnama (47) tekuni ladang garam dari Pantai Kawaru.
Purnama kini telah membangun enam tunnel atau lorong untuk memproduksi garam.
Tunel tersebut terbuat dari bambu yang dirangkai dan diselimuti plastik UV.
Keenamnya berjajar rapi.
Sebelum tekuni ladang garam, Purnama berkutat pada tambak udang.
Akhirnya pada tahun 2023, Purnama memilih alih profesi untuk menggeluti ladang garam.
Purnama mengatakan inspirasi pertama kalinya berasal dari teman asal Surabaya.
Mata pencarian ini dianggapnya, Purnama sangat potensial di kawasan Sradakan.
Baca Juga: Gulai Cincang Enak Empuk dan Berempah, Ini Dia Resep Rahasianya
“Saya belajar dari teman saya, asal Surabaya. Saya tertarik untuk mencoba karena menurut saya ini potensial,” ujarnya.
Keyakinan ini juga didasari karena tempo dulu, generasi sebelum Purnomo banyak yang memanfaatkan air laut untuk dijadikan garam. Pertengahan tahun 1960an, kawasan Kuwaru moncer akan produksi garam.
“Simbah saya cerita, dulu di Kuwaru ini banyak yang bikin garam sendiri. Kalau dulu, dengan cara sirat,” imbuh Purnama.
Sirat yang dimaksud Purnama adalah metode tradisional untuk menghasilkan garam. Metode ini memanfaatkan evaporasi atau penguapan air laut melalui sinar matahari di lahan atau kolam dangkal. Mula-mula, air laut dialirkan, dijemur sampai menguap, lantas garam kristal yang tersisa siap dipanen.
Artikel Terkait
1.000 Marbot Masjid di Bantul Yogyakarta Dapatkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Pertama Kali di Indonesia