Minggu, 19 Juli 2026

Kebijakan Prabowo Soal Rasionalisasi, Akan Pangkas Jumlah BUMN 1.000 Jadi 200

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:04 WIB
Prabowo Bahas Soal Pemangkasan BUMN (Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Prabowo Bahas Soal Pemangkasan BUMN (Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

PORTALOKA.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan rasionalisasi terhadap badan usaha milik negara (BUMN). Hal itu disampaikan dalam dialog bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes, di forum Forbes Global CEO Conference 2025 di St. Regis pada Rabu, 15 Oktober 2025.

“Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk merasionalisasi semuanya, memangkas dari 1000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional — mungkin 200, atau 230, 240 — dan kemudian menjalankannya dengan standar internasional,” ujar Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa reformasi BUMN bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan hasil usaha negara yang selama ini masih rendah.

“Saya sudah mengatakan kepada manajemen Danantara agar menjalankan BUMN dengan standar bisnis internasional. Anda bisa mencari otak terbaik, talenta terbaik,” katanya.

Baca Juga: Viral Siswa SD Ditemukan Meninggal Dunia Usai Pramuka di Sungai Kamal Gunungkidul Yogyakarta

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengubah peraturan untuk membuka peluang bagi profesional asing memimpin perusahaan BUMN.

“Saya telah mengubah regulasi. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kami,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan perlunya pemimpin politik memahami ekonomi dan bisnis agar mampu membuat kebijakan yang rasional dan berbasis data.

“Kadang-kadang ada semacam keterputusan antara pelaku ekonomi dan pelaku politik, para pemimpin politik. Banyak pemimpin politik, saya rasa, tidak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya. Banyak pemimpin politik mungkin takut dengan angka atau takut dengan bisnis,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Rekomendasi Menu Makan Siang, Warung Gongso Mbak Ninie di Dekat Kampus UMS Solo, Bumbunya Lekoh, Tingkat Kepedasan Bisa Request, Bikin Kalap Nasi

“Jadi saya kira, sekarang menjadi kewajiban bagi para pemimpin muda Indonesia yang ingin menjadi pemimpin politik untuk memahami bisnis dan ekonomi.” tandasnya.***

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X