Minggu, 19 Juli 2026

Amikom Yogyakarta Buka Suara atas Kasus Kematian Mahasiswanya yang Penuh Luka Usai Diduga Ikut Demo

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Senin, 1 September 2025 | 17:48 WIB
Ilustrasi - Kasus mahasiwa Amikom Yogyakarta tewas penuh luka usai diduga ikut demo (Freepik/ChatGPT)
Ilustrasi - Kasus mahasiwa Amikom Yogyakarta tewas penuh luka usai diduga ikut demo (Freepik/ChatGPT)

"Saya ke sana (Sardjito), anaknya sudah terbujur kayak gitu," katanya.

Yoyon bilang, sang putra telah menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 07.00 WIB.

"Iya kejadiannya pagi, di depan Polda (DIY) kayaknya," imbuhnya.

Ia mengatakan saat memandikan jenazah sang putra menemukan beberapa luka ditubuh Rheza.

Luka tersebut ada di bagian leher kiri, kepala, luka sayatan hingga bekas sepatu PDL di perut kanan korban.

Baca Juga: Seorang Mahasiswa Amikom Yogyakarta Meninggal Dunia dengan Tubuh Penuh Luka, Ketua BEM Sebut Korban Diduga Ikut Demo

"Tadi aku sudah melihat dan ikut mandikan, yang sini (leher kiri) kayak patah, pas dikucir kepala (yang dislokasi) juga harus di-krek (dikembalikan) sama yang di sana. Cuma yang paling kelihatan kan bekas-bekas sepatu PDL itu sini (perut bagian kanan), sama bekas sayatan-sayatan (memar pukulan). Sayatan kayak bekas digebuk itu loh. Bocor (kepalanya) itu," ungkap Yoyon.

Yoyon, mengatakan keluarga tidak mengiginkan adanya autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

"Enggak, saya enggak mau otopsi soalnya, tadi harusnya sampai sini jam 1, kita sudah masuk awal tadi ada kendala dari kepolisian minta autopsi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

"Cuma kita dari keluarga sudah pasrah. apapun yang terjadi ini musibah gitu aja. Jadi kita enggak mau autopsi," katanya.

Baca Juga: Pencari Benur yang Hilang Jatuh di Tebing Watu Bale Pantai Pasir Ayah Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia

Terpisah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Amikom, Alvito Afriansyah mengatakan dapatkan informasi kalau korban ikut lakukan demonstrasi di sekitar Mapolda DIY.

Hal ini diperkuat dari video yang beredar, dari motor yang dikendarai dan keterangan teman sekelas korban.

"Ya perihal itu bahwa memang betul itu adalah korban yang kita sama-sama lihat di video pada saat aparat melemparkan gas air mata dan mungkin insiden itu terjadi pada saat itu. Ya dari motor dan itu kami dapatkan informasi dari teman sekelas bahwa yang memvalidasi bahwa benar memang itu saudara Rheza," ucapnya.

Alvito mengatakan dari video tersebut nampak korban berboncengan dengan seseorang.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X