Selasa, 2 Juni 2026

Keluarga Mahasiswa Amikom Yogyakarta Tewas Penuh Luka Tolak Autopsi, Kapolda DIY: Kami Siap Lakukan Penyidikan

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Senin, 1 September 2025 | 14:07 WIB
ILUSTRASI - Kapolda DIY siap melakukan penyelidikan hingga penyidikan atas tewasnya mahasiswa Amikom Yogyakarta (Freepik/peoplecreations)
ILUSTRASI - Kapolda DIY siap melakukan penyelidikan hingga penyidikan atas tewasnya mahasiswa Amikom Yogyakarta (Freepik/peoplecreations)

Baca Juga: Terpengaruh Ajakan Aksi di Media Sosial, 65 Remaja Diamankan Polres Pekalongan saat Patroli Skala Besar

Sebelumnya diberitakan, geger seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama (21) meninggal dunia pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Ditemukan banyak luka di tubuh korban. Diduga sempat ikut demo.

Ayah almarhum Rheza, Yoyon Surono, mengatakan sang putra mulanya pamit hendak ngopi bersama teman SMK di dekat Tugu pada Sabtu, 30 Agustus 2025 malam.

"Saya nyari yang ini (mengajak) tapi belum ketemu anaknya. Semalam ngajak ngopi di dekat Tugu itu. Malamnya ngopi minta uang, (yang ngajak) teman SMK," kata Yoyon.

Keesokan paginya, Yoyon mendapatkan informasi dari tetangga kalau anaknya, Rheza dirawat di RS Sardjito karena terkena gas air mata.

Baca Juga: Hasil Otopsi Kasus Penganiayaan saat Pesta Miras di Sawahan Ngemplak Boyolali, Luka Tusukan Pisau di Dada Kiri

Sesampainya di Sardjito, Yoyon mendapati tubuh anaknya sudah terbujur kaku.

"Saya ke sana (Sardjito), anaknya sudah terbujur kayak gitu," katanya.

Yoyon bilang, sang putra telah menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 07.00 WIB.

"Iya kejadiannya pagi, di depan Polda (DIY) kayaknya," imbuhnya.

Ia mengatakan saat memandikan jenazah sang putra menemukan beberapa luka ditubuh Rheza.

Luka tersebut ada di bagian leher kiri, kepala, luka sayatan hingga bekas sepatu PDL di perut kanan korban.

Baca Juga: Pengendara KLX Wanita Meninggal Dunia usai Tabrak Pejalan Kaki di Ring Road Selatan Bantul Yogyakarta

"Tadi aku sudah melihat dan ikut mandikan, yang sini (leher kiri) kayak patah, pas dikucir kepala (yang dislokasi) juga harus di-krek (dikembalikan) sama yang di sana. Cuma yang paling kelihatan kan bekas-bekas sepatu PDL itu sini (perut bagian kanan), sama bekas sayatan-sayatan (memar pukulan). Sayatan kayak bekas digebuk itu loh. Bocor (kepalanya) itu," ungkap Yoyon.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X