PORTALOKA.ID - Kasus produksi pupuk tidak sesuai standar di wilayah Kabupaten Boyolali berhasil diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah.
Masalah produksi pupuk tidak sesuai standar tentunya sangat merugikan petani.
Hal itu disampaikan oleh Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Arif Budiman didampingi Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto saat konferensi pers.
Turut hadir dalam konferensi pers, perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng dan peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Diponegoro.
Baca Juga: Truk Oleng Tabrak Angkringan hingga Hancur Lebur di Jalan Bypass Klaten
Kasus ini terungkap bermula dari informasi masyarakat terkait pupuk merek Enviro dan Spartan yang diduga palsu di Sragen.
Setelah dilakukan pendalaman, diketahui bahwa pupuk tersebut diproduksi oleh sebuah CV milik tersangka TS.
“Perusahaan ini memang memiliki legalitas lengkap."
"Tapi isi produknya tidak sesuai dengan komposisi yang tertera di kemasan,” kata Dirreskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Arif Budiman, Jumat, 11 Juli 2025.
Kombes Pol Arif Budiman menyebut pihaknya telah menutup 2 pabrik pupuk yang beroperasi di Kabupaten Boyolali karena terbukti memproduksi pupuk di bawah standar kualitas.
Artikel Terkait
10 Link Twibbon MPLS 2025 untuk Jenjang SMP yang Simpel, Semarakkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, Cocok Jadi Status WA
Resep Klepon Smoothie Manis Lembut dan Legit dengan Cita Rasa Jajanan Tradisional
4 Fakta Pencurian Rambu Lalu Lintas di Bantul Yogyakarta, Nomor Kendaraan Palsu hingga Pelaku Pernah Lakukan Aksi Serupa
Pencairan Tunjangan Guru PAI Non ASN Dipercepat! Segini Besarannya
Jelang Sekolah Tahun Ajaran Baru Warga Berburu Buku dan Alat Tulis di Pasar Wageng Pedan Klaten, Omzet Pedagang Meningkat
Ditinggal Pergi Sang Pemilik, Rumah dan Kandang Ternak di Jambu Kulon Ceper Klaten Terbakar
Perjalanan setelah Isi BBM di SPBU, Mobil Pikap Terbakar di Jalan Raya Wilayah Tidu Bukateja Purbalingga
Pria 52 Tahun Dibekuk Ditreskrimsus Polda Jateng Gegara Kasus Gula Oplosan di Banyumas, Omzet Rp 150 Juta Per Bulan
Polda Jateng Ungkap Kasus Pupuk Tidak Sesuai Standar di Boyolali, Per Bulan Produksi 400 Ton Distribusi Wilayah Sragen hingga Karanganyar
Sukses Jadi Mata Pencaharian Warga Sekitar, Ini Kisah Klaster Usaha Tanaman Hias Binaan BRI