PORTALOKA.ID – Pertengahan tahun 2022, aku dihadapkan pada dua pilihan, menjadi full time mom atau working mom. Pilihan yang sulit, sakit, lebih pedih dari patah hati.
Aku harus memilih, antara membersamai Lentera atau tetap bekerja di kantor media besar dan terkemuka di Kota Solo.
Bagi aku, tidak mudah untuk melepaskan perusahaan yang sudah 5 tahun memberikan upah dan fasilitas yang cukup baik.
Tiada hari aku lalui tanpa menangis.
Baca Juga: Promedia, Tuyul Berbasis Teknologi Informasi, Sumber Kekayaan Tak Kasat Mata
Kalau aku mundur, bagaimana caranya bisa berkarya lagi, di mana aku bisa menulis lagi, aku pasti akan lupa caranya nulis. Kalau mudur, aku enggak punya teman lagi, enggak bisa bersosialisasi.
Tapi, kalau aku bertahan bagaimana dengan Lentera? Siapa yang akan menjaganya?
Sebagai new mom millennial yang dihujani bermacam-macam tips parenting kekinian dari media sosial, itu membuat aku makin stress, terutama soal isu stunting.
Saat itu, aku tidak percaya dengan siapa pun untuk menjaga Lentera. Padahal, aku sendiri juga minim ilmu mengasuh anak.
Baca Juga: 4 Tahun Promedia: Wujudkan Mimpi Seorang Manusia Biasa Menjadi Pengusaha Media
Itulah kegundahan yang aku rasakan selama berbulan-bulan. Mencoba mencari cara dan solusi dari orang-orang di sekitar tapi tetap tidak membuat aku jadi tenang.
Hingga akhirnya, yang bisa aku lakukan hanyalah berserah diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ikhlas, lalu Tuhan Yang Maha Baik menunjukan jalannya.
Artikel Terkait
Gelar CoreLab 2025, CEO Promedia Ajak Mahasiswa FISIP UNTIRTA Serang Mengenal Dunia Bisnis Content Creator
Promedia Hadirkan Mediapreneur Talks 2025 di Banten: Tempat Bincang Hangat Seputar Bisnis Media hingga Tren Iklan Digital
Mediapreneur Talks Episode 4 di Banten: CEO Promedia Ajak Para Jurnalis Terus Optimis untuk Pertahankan Brand Media
4 Tahun Promedia: Wujudkan Mimpi Seorang Manusia Biasa Menjadi Pengusaha Media
Promedia, Tuyul Berbasis Teknologi Informasi, Sumber Kekayaan Tak Kasat Mata