PORTALOKA.ID - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menanggapi tentang dirinya yang ramai disebut sebagai 'Mulyono Jilid 2'.
Bagi yang belum tahu, Mulyono merupakan nama kecil milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang acapkali menjadi panggilan warganet Tanah Air di media sosial (medsos).
Sebutan Mulyono Jilid 2 itu kini melekat pada sosok Dedi yang dikenal gemar blusukan ke warga, sehingga dinilai mirip dengan Jokowi semasa menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden RI.
Terkait hal itu, Dedi menyinggung platform media sosial sebagai alat marketing paling baik pada masa kini.
Baca Juga: BRI Kembali Torehkan Prestasi Global Raih Tiga Penghargaan Prestisius dari The Asset
"Marketing yang terbaik hari ini adalah YouTube dan TikTok" ungkap Dedi Mulyadi sebagaimana dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel, pada Minggu, 25 Mei 2025.
"Enggak ada yang bisa menyaingi hari ini, mau pakai media apa, Pak? Penontonnya sudah enggak ada," sambungnya.
Gubernur Jabar itu menilai, tokoh-tokoh populer saat ini digemari masyarakat untuk dilihat melalui medsos.
"Mungkin saya tokoh yang ke berapa paling ujung itu yang mereka, ini Pak Helmi Yahya, hari ini tuh jujur aja mereka tuh butuh pada orang-orang yang setiap hari digemari oleh publik," terang Dedi.
Baca Juga: Jadi Tokoh Populer, Ternyata Segini Gaji Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat
Dedi kemudian berkomentar terkait dirinya yang acapkali disebut warganet sebagai 'Mulyono Jilid 2'.
"Meskipun saya menjadi Mulyono 2, tapi bagi saya enggak apa-apa jadi Mulyono 2, Mulyono 3, Mulyono 4 karena memang nama saya adalah Mulyadi," tukasnya.***
Artikel Terkait
MBG Dapat Pujian dari Diaspora di Malaysia: Banyak Anak Sekolah Berangkat Tanpa Makan
18 Madrasah Aliyah Swasta di Ciamis Terakreditasi A, Rekomendasi SPMB Jabar 2025
Selamat! Ratusan ASN Kabupaten Ciamis Resmi Dilantik, Terdiri dari CPNS dan PPPK Formasi 2024, Ini Pesan Bupati Herdiat
Gercep Tindaklanjuti Laporan Warga di Facebook, Polres Sikka NTT Datangi Lokasi Judi Sabung Ayam
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sebut Ada Rencana Diskon tarif Listrik 50 Persen, Tapi Bahlil Lahadalia Bilang Begini
Update Insiden Ledakan Amunisi di Garut, Hasil Investigasi TNI Temukan Dugaan Kelalaian Kepala Gudang