CIAMIS, PORTALOKA.ID - Agrowisata Petik Semangka di Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, hadir sebagai alternatif wisata pertanian sekaligus upaya mendorong peningkatan perekonomian masyarakat desa.
Dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gegempalan Mandiri, agrowisata ini menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Mereka tidak hanya bisa melihat tanaman semangka di kebun, tetapi juga memetik langsung buah yang masih menggantung pada tangkainya.
Terdapat tiga varietas semangka merek Jawara yang bisa dipilih pengunjung, yakni Fifa, Daiwo atau yang dikenal sebagai semangka Inul, serta Laser. Masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri, dengan harga yang bervariasi sesuai jenisnya.
Semangka Fifa dijual dengan harga Rp8.000 per kilogram, Daiwo Rp9.000 per kilogram, sedangkan Laser dibanderol Rp10.000 per kilogram.
Sales sekaligus agronomis Jawara, Nirwan, menjelaskan bahwa setiap varietas memiliki kelebihan yang dapat disesuaikan dengan tujuan penanaman, baik untuk kebutuhan agrowisata, pemasaran umum, maupun budidaya skala rumah tangga.
Menurutnya, varietas Laser menjadi salah satu pilihan unggulan, terutama karena merupakan semangka nonbiji. Sementara itu, Daiwo memiliki kelebihan dari sisi pemasaran karena lebih mudah diterima pasar dan memiliki rasa yang lebih manis.
“Kalau untuk agrowisata, sebaiknya ditanam beragam varietas agar konsumen ada pilihan. Kalau untuk pemasaran umum, misalnya ke pasar, sebaiknya tipe Daiwo,” ujar Nirwan.
Ia menerangkan, semangka Fifa lebih berorientasi pada volume produksi karena ukuran buahnya relatif besar. Adapun varietas Laser membutuhkan perlakuan khusus dalam proses budidayanya.
Baca Juga: 4 Tempat Berburu Durian di Ciamis, Rasakan Sensasi Makan Durian Langsung di Alam
Nirwan menambahkan, pemilihan varietas perlu mempertimbangkan tujuan dan kebutuhan petani. Untuk kepentingan ekonomi, semangka nonbiji dapat menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan. Sementara bagi masyarakat yang ingin menanam semangka di pekarangan rumah, varietas Daiwo bisa dipertimbangkan.
Dari sisi masa tanam, semangka umumnya dapat dipanen pada umur sekitar 65 hingga 70 hari, bergantung pada kondisi tanaman dan penerapan budidayanya.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Desa Gegempalan, Tatang Lesmana, mengatakan pengembangan agrowisata ini berangkat dari keinginan untuk memaksimalkan potensi lahan desa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.