SEMARANG, PORTALOKA.ID - Siapa nih yang tidak sabar lagi menanti Dugderan Semarang 2025?
Tradisi tahunan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan itu akan segera dibuka.
Sekadar informasi, nama "Dugderan" berasal dari bunyi "dug" pada bedug yang ditabuh dan bunyi "der" meriam yang mengikutinya.
Sehingga, upacara penyambutan bulan suci Ramadhan itu terkenal dengan sebutan Dhug Der atau Dugderan.
Baca Juga: Menilik Tradisi Munggahan dalam Balutan Tradisi Syiar Islam di Tatar Galuh Ciamis - Part 1
Adapun, pemukulan bedug dilakukan sebanyak 17 kali. Sementara meriam dibunyikan sebanyak tujuh kali.
Dalam tradisi Dugderan ini biasanya terdapat pasar kaget atau pasar rakyat.
Kemudian, dilanjutkan acara karnaval dengan pengiringan Warak Ngendok.
Nantinya, Warak Ngendok akan diajak berkeliling dengan ditandu sekelompok orang menuju Masjid Agung Jawa Tengah guna mengumumkan bahwa bulan Ramadhan akan segera tiba.
Baca Juga: Tradisi Padusan Jelang Ramadhan, Ritual Sakral yang Berubah Jadi Komoditi Pariwisata
Warak Ngendok sendiri merupakan maskot binatang rekaan bertubuh kambing, dengan kepala naga, dan memiliki sisik.
Ngomong-ngomong soal Dugderan 2025, beberapa orang mungkin bertanya-tanya, kapan sih jadwalnya?
Dikutip dari akun Instagram @disbudparkotasemarang, perayaan tradisi tersebut akan dilaksanakan pukul 13.00 WIB pada 26 Februari 2025 sampai dengan pujul 17.30 WIB pada 27 Februari 2025.
Adapun, lokasinya berada di Simpang Lima, Balaikota Semarang, dan Masjid Agung Jawa Tengah.