ragam

5 Fakta Menarik Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Simbol Kerukunan Umat Beragama

Selasa, 24 Desember 2024 | 15:02 WIB
Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. (IG @prabowo)

Dikutip dari bimashindu.kemenag.go.id, pembangunan terowongan ini dilakukan pada bulan Desember 2020 dan telah selesai pada 20 September 2021.

Namun, terowongan tersebut belum dibuka secara umum karena pihak pengurus masih mematuhi protokol kesehatan terkait pencegahan virus Covid-19.

Hal itu dikarenakan masih ada beberapa pekerjaan tambahan terkait hiasan seni pada dindingnya. Hiasan tersebut menjadi simbol silaturahmi dan toleransi antar umat beragama.

Baca Juga: Resep Cemilan Ongol-ongol, Cocok Jadi Ide Jualan Kue Arisan, Ini Dia Rahasianya

Selain memberikan estetika, ornamen tersebut juga punya makna yang mendalam.

Salah satu ornamen yang terdapat pada terowongan bawah tanah ini adalah seni pahat yang memperlihatkan dua tangan sedang berjabat dikedua sisi dindingnya.

3. Perbedaan Nuansa Bangunan

Gereja Katedral dibangun dengan arsitektur bergaya neo-gotik khas Eropa. Gereja ini memiliki nama resmi Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga dan sudah ada sejak tahun 1808.

Gereja ini memiliki tiga menara, yaitu Menara Benteng Daud, Menara Gading, dan Menara Angelus Dei yang diresmikan pada 21 April 1901.

Sementara, bangunan Masjid Istiqlal memiliki bangunan bernuansa modern garapan arsitek nasrani, Frederich Silaban.

Baca Juga: BRI Dukung Transformasi Pertanian Modern di Desa Bansari, Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan di Pedesaan

Lokasinya yang berada di sekitar Monumen Nasional (Monas) dan dibangun dekat dengan Gereja Katedral merupakan keinginan Soekarno agar menjadi lambang toleransi beragama.

Bangunan utama masjid ini dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar dengan menara tunggal setinggi 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid.

Dari sisi perkembangan peradaban ada prinsip continuity and change.

Katedral yang memiliki sejarah panjang di Indonesia tetap dilestarikan dan tidak diubah arsitekturnya.

Halaman:

Tags

Terkini