OPINI
Oleh: Bang Sufi
PORTALOKA.ID - Kampung Cikarohel hanya sebidang lahan yang diberkahi Allah.
Di sini Mama Rohel mengembangkan pertanian pisang Raja Bulu.
Di setiap jengkal tanahnya tumbuh pisang Raja Bulu yang subur dan lebat buahnya.
Kesuburan tanah Kampung Cikarohel didukung oleh pengairan Selokan Cikarohel, ini merupakan susukan tertua pada zaman Kanjeng Prebu Kusumadiningrat.
Konon, di sini ada batu larangan yang mistis, namanya Geger Bentar. Setiap hujan sang petir selalu menyambar batu bentar.
Mama Rohel dikenal sebagai jawara dan Ajengan kampung yang punya kekuatan karomah dan kesaktian. Jari-jarinya mampu menjinakkan petir yang menyambar.
Sambil nyeruput kopi dan goreng sampeu, Mama Rohel membuka obrolan dengan Nyi Imas.
"Nyi, ceunah di Dayeuh Kanjeng Prebu, kotak kosong nuju viral, nya? Abah asa kudu turun gunung Nyi, Karunya Calon Adipati Singacala VI, piraku diadu dengan kotak kosong," ujar Mama Rohel serius.
Baca Juga: Ngopi Sufi: Mama Rohel Protes Punggawa Adipati
Angin pagi berhembus menusuk tulang dingin. Tapi pikiran Mama Rohel panas, ia ingin mengerahkan pasukan petir untuk membakar kotak kosong. Sudah lama jari petir Mama Rohel tidak memangsa korban.
"Nyi, memang hak demokrasi tapi Jin wae makmum ke imam yang manusia ketika sholat. Masak ini bicara nasib masyarakat harus makmum ke 'Imam Kotak Kosong', ini tidak waras Nyi," ucap Mama Rohel mulai emosi.