ragam

Ngopi Sufi: Mama Rohel Marah-Marah

Senin, 7 Oktober 2024 | 17:02 WIB
Ilustrasi - Ngopi Sufi, sebuah cerita tentang realitas kehidupan (Pixabay/kaboompics)

Kampung halaman menjadi sepi, hanya penduduk tua saja yang ada di kampung. Sawah makin menyempit, jumlah petani berkurang karena anak muda sudah tidak mau jadi petani.

"Nyai, ulah cicing wae atuh, sok nyieun gebrakan biar anak muda betah membangun kampung halaman," ujar Mama Rohel ke Nyai Imas.

"Iya bah, Nyai mau mencalonkan Bupati ya bah biar bisa membuat kebijakan lowongan kerja. Pemimpin hari ini memang baik dan soleh, tapi kemanfaatan bagi ekonomi masyarakat kurang karena tidak punya inovasi bidang ekonomi," kata Nyai Imas di depan Abahnya.

Pagi ini percakapan Mama Rohel dan Nyai Imas membuka cakrawala betapa pentingnya membuka kesempatan kerja bagi generasi muda.

Baca Juga: Forum Silaturahmi Keraton Nusantara Minta Presiden Turun Tangan Usut Kekerasan yang Sebabkan Wawali Kerajaan Galuh Raden Hanif Radinal Meninggal Dunia

Pemimpin ke depan otaknya harus secanggih mesin robot AI (Artificial Intelligence).***

Halaman:

Tags

Terkini