Minggu, 19 Juli 2026

Ngopi Sufi: Mama Rohel Marah-Marah

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Senin, 7 Oktober 2024 | 17:02 WIB
Ilustrasi - Ngopi Sufi, sebuah cerita tentang realitas kehidupan (Pixabay/kaboompics)
Ilustrasi - Ngopi Sufi, sebuah cerita tentang realitas kehidupan (Pixabay/kaboompics)

OPINI

 

Oleh: Bang Sufi

 

PORTALOKA.ID - Tiba-tiba Mama Rohel membanting gelas. Kopi pagi hari itu terasa lebih pahit dari biasanya.

"Nyai, ieu kumaha maneh teh bisa teu nyieun kopi? Abah langsung nyeri gusi, cai kopina meni pahit pisan," ujar Mama Rohel sambil kesal.

Pagi ini kisah pahitnya kopi menjadi pikiran Mama Rohel, ternyata dimana-mana kepahitan melanda Negeri Galuh.

"Aing teu ngarti, pemimpin Galuh teh loba pisan nerima penghargaan. Tapi kunaon kahuripan rahayatna meni segala hese. Nu dagang sepi, nu meli euweuh duit, pemerintah ngeluh wae keur defisit, atuh di saha eta duit ayana," ujar Mama Rohel.

Baca Juga: Ritual Jamasan Pusaka Adipati Koesoemadingrat Sarana Silaturahmi Masyarakat Tatar Galuh Ciamis

Nyai Imas, putri tertua Mama Rohel hanya terdiam mendengar umpatan amarah Mama Rohel.

Yang dikatakan Abahnya memang benar adanya. Cari pekerjaan makin susah, ekonomi tidak berputar, bahkan pemimpin negeri sendiri malah sibuk mencarikan pekerjaan buat anaknya sendiri.

Nyai Imas menjadi pengangguran padahal dia sarjana. Negeri Galuh dipimpin para menak yang tak memberi peluang anak muda berkembang.

Mama Rohel tentu saja gelisah. Bukan hanya memikirkan anak sendiri yang menganggur tapi ada ribuan anak negeri yang terpaksa merantau menjadi buruh pabrik.

Baca Juga: Kirab Pusaka Peninggalan Kerajaan Galuh Digelar di Alun-alun Ciamis

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X